Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khotbah Jumat: Puasa yang Mengubah Perilaku dan Membentuk Takwa

Iklan Landscape Smamda
Khotbah Jumat: Puasa yang Mengubah Perilaku dan Membentuk Takwa
Foto: emra.org
Oleh : Abdur Rauf, SThI., MAg Dosen STIQ Kepulauan Riau dan Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Batam
pwmu.co -

الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Ramadan adalah bulan istimewa dan spesial. Ramadan menjadi bulan yang banyak dirindukan orang, tidak hanya umat Muslim saja, tapi juga komunitas agama lain.

Bulan ini seakan-akan menjadi keberkahan tersendiri bagi semua umat manusia. Hal ini juga membuktikan bahwa ajaran Islam itu benar-benar membawa rahmat bagi seluruh alam.

Ramadan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan spiritualitas diri, baik secara vertikal kepada Allah maupun secara horizontal kepada sesama manusia dan alam.

Salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan di bulan Ramadan adalah puasa. Ibadah puasa diwajibkan hanya pada bulan Ramadan saja, barangkali ini juga menjadi alasan kenapa Ramadan termasuk bulan yang istimewa dan spesial.

Kewajiban puasa Ramadan dijelaskan Allah SwT di dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah/ 2: 183)

Dalam Tafsir Al-Azhar, Hamka menjelaskan bahwa kalau suatu ayat diawali dengan seruan kepada orang beriman, maka ayat tersebut akan mengandung suatu hal penting atau suatu larangan berat. Allah SWT telah memperhitungkan terlebih dahulu bahwa yang siap dan bersedia untuk menerima perintah-Nya itu hanya orang yang beriman.

Maka, perintah puasa ini diserukan kepada orang-orang yang beriman. Seandainya perintah puasa itu tidak dijatuhkan kepada orang beriman niscaya perintah itu tidak akan terealisasi.

Puasa tidak hanya sekadar aktivitas menahan lapar dan dahaga semata, tapi lebih jauh dari itu puasa juga berimplikasi kepada peningkatan spiritualitas.

Hal ini dapat kita perhatikan diujung ayat QS. Al-Baqarah (2) ayat 183 di atas bahwa puasa dapat membentuk diri kita menjadi pribadi yang bertakwa.

Maka, kita bisa memahami juga bahwa tanda suksesnya Ramadan kita adalah terinternalisasinya sifat takwa dalam diri kita.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Di antara nilai-nilai puasa yang dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

Pertama, nilai kejujuran (integritas). Orang berpuasa tercermin dalam dirinya sifat kejujuran. Sebab, puasa merupakan ibadah rahasia antara kita dan Allah.

Kita bisa saja makan dan minum di tempat sepi tanpa ada seorang pun yang melihat, tetapi kita tidak melakukan hal yang demikian karena selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Jika nilai ini diaktualisasikan dalam kehidupan, maka seorang pejabat tidak akan korupsi, pebisnis tidak akan berlaku curang, dan seterusnya.

Kedua, nilai kesabaran (self-control). Ibadah puasa yang kita kerjakan mampu menanamkan sifat sabar di dalam diri kita. Orang yang sabar mampu mengendalikan dirinya dengan baik atas syahwat perut dan syahwat faraj.

Hamka menjelaskan bahwa jika hal itu tidak bisa kita kendalikan, maka sisi kemanusiaan kita akan rendah dan runtuh berganti menjadi kebinatangan.

Oleh sebab itu, Rasulullah saw mengatakan bahwa puasa itu separuh dari kesabaran (HR. Ibnu Majah).

Jika nilai ini diaktualisasikan dalam kehidupan, maka kita tidak akan mudah meluapkan amarah terhadap hal-hal yang tidak kita senangi.

Dalam konteks digital, kita mampu menahan diri untuk tidak terprovokasi dan menebarkan berita hoaks, tidak melakukan ujaran kebencian (hate speech), dan seterusnya.

Ketiga, nilai empati. Puasa dapat mengasah empati kita. Maka, tak heran jika bulan Ramadan disebut juga sebagai bulan kedermawanan.

Di bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan diwajibkan juga untuk menunaikan zakat fitri.

Ibadah zakat dan infak yang kita keluarkan adalah simbolisasi kesalehan sosial kita. Jika nilai ini kita aktualisasikan dalam kehidupan, maka kita akan bersikap dermawan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dengan demikian, puasa tidak hanya membentuk kesalehan individu, tetapi juga membentuk kesalehan sosial kita.

Keempat, nilai istikamah (konsistensi). Puasa membiasakan diri kita untuk istikamah dalam melakukan kebaikan. Jika nilai ini diaktualisasikan, maka kita akan konsisten dan disiplin dalam setiap aktivitas kebaikan yang kita kerjakan.

Demikian nilai-nilai puasa yang bisa kita aktualisasikan dalam kehidupan. Dari sini kita dapat memahami bahwa puasa yang kita lakukan tidak hanya sebagai ritual rutin tahunan semata, tetapi juga dapat bertransformasi pada perilaku dan karakter diri menjadi pribadi yang bertakwa.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِالحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَالغَفُوْرُالرَحِيْمُ.

Khotbah Kedua 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، أَمَّا بَعْدُ؛
قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ،  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفُ رَّحِيْمٌ،
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا,   رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ,   سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sumber: Suara Muhammadiyah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu