Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khutbah Idul Adha 1446 H: Memahami Pesan Spiritual dan Kemanusiaan dalam Ibadah Haji

Iklan Landscape Smamda
Khutbah Idul Adha 1446 H: Memahami Pesan Spiritual dan Kemanusiaan dalam Ibadah Haji
pwmu.co -

Hadirin, jamaah rahima kumullah

Pesan Kemanusiaan Ibadah Haji

Pakaian kebesaran jamaah haji, yakni kain ihram yang serba putih dan tidak berjahit itu, menandakan bahwa semua orang sama di hadapan Allah. Dimensi kemanusiaan yang disimbolkan melalui pakaian ihram ini terasa sangat penting. Rasulullah dalam pidato perpisahannya tatkala menunaikan ibadah Haji Wada’ (Haji Perpisahan) juga menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan yang amat mengharukan. Rasulullah bersabda:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، كُلُّكُمْ لِآدَمَ، وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ

“Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu, kamu semua berasal dari Adam. Sedangkan Adam berasal dari tanah” (HR. Ahmad).

Dalam hadis yang lain, persamaan kemanusiaan dan haknya di hadapan Allah diperinci lebih lengkap:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى

“Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab (Ajam), dan tidak ada kelebihan bangsa lain (Ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (puith) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan taqwanya” (HR. Ahmad).

Secara keseluruhan ibadah haji juga tidak dapat dilepaskan dari Nabi Ibrahim. Bahkan, dikatakan bahwa ibadah haji tidak dapat dipahami dengan baik tanpa mengenali sosok dan karakter Ibrahim. Di antara keistimewaan Nabi Kekasih Allah (Khalilullah) itu adalah bahwa melalui Ibrahim kebiasaan mengorbankan manusia sebagai sesaji atau tumbal dibatalkan Allah.

Allah lantas mengganti Ismail yang akan disembelih Nabi Ibrahim dengan hewan sembelihan yang besar (QS. al-Shaffat: 100-107). Hal itu terjadi bukan karena manusia terlalu mulia untuk dikorbankan, melainkan karena rahmat dan kasih sayang Allah semata. Sebab jika Allah telah berkehendak, maka apapun yang kita miliki harus diserahkan. Karena itulah perintah berkurban dalam rangkaian ibadah haji penting ditunaikan.

Jika dilacak secara historis, berkurban merupakan ibadah yang paling awal diperintahkan Allah pada manusia. Hal itu dapat dipahami dari perintah Allah pada anak-anak Nabi Adam, yakni Habil dan Qabil. Allah memerintahkan pada keduanya untuk berkurban dengan kurban yang terbaik. Habil dan Qabil lantas berkurban dengan caranya masing-masing. Kisah pengorbanan pertama dalam sejarah peradaban manusia ini diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. al-Maidah: 27-31). 

Perintah berkurban (al-udlhiyah) dalam rangkaian perayaan Idul Adlha secara khusus merujuk pada kisah penyembelihan Nabi Ismail oleh Nabi Ibrahim. Kisah penyembelihan Ismail yang kemudian diganti dengan hewan sembelihan sekaligus mengajarkan pentingnya komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Begitu pentingnya ajaran berkurban, Nabi SAW bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ, فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Barangsiapa mempunyai kemudahan untuk berkurban, namun ia belum berkurban, maka janganlah sekali-kali ia mendekati tempat sholat kami” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Melalui ibadah kurban umat diperintahkan untuk membantu sesama tanpa melihat latar belakang sosial, agama, etnis, dan golongan. Disamping sebagai bentuk pengabdian pada Allah, perintah untuk berkurban jelas memiliki pesan-pesan kemanusiaan yang kuat. Hal itu tercermin dari ajaran untuk menyembelih hewan kurban dan membagikannya pada mereka yang berhak. Daging hewan kurban itu tentu juga sangat bermanfaat bagi mereka yang terdampak bencana, baik bencana alam maupun bencana kemanusiaan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hadirin, jamaah rahima kumullah

Mengakhiri khutbah ini marilah kita memanjatkan do’a kehadirat Allah SWT. Semoga do’a kita diamini para malaikat dan dikabulkan Allah SWT. 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمـُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمـُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ فيَا قَاضِيَ الحَاجَاتِ

اللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu