Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khutbah Idul Fitri: Nilai dan Implikasi Ketaqwaan dalam Membentuk Kesalehan Sosial

Iklan Landscape Smamda
Khutbah Idul Fitri: Nilai dan Implikasi Ketaqwaan dalam Membentuk Kesalehan Sosial
pwmu.co -

Hadirin Rahimakumullah

Sebagaimana dikemukakan dalam surat al-Baqarah ayat ke-183, aktivitas ibadah, terutama puasa selama bulan Ramadhan, mengandung nilai instrumental sebagai suatu sarana untuk mencapai predikat sebagai hamba Allah yang bertaqwa. Dengan mengemukakan pandangan ini—nilai instrumental puasa—dimaksudkan untuk mengembangkan suatu kesadaran dalam beragama bahwa puasa, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, bukan tujuan, melainkan sebagai sarana untuk mencapai kondisi keberagamaan ideal, yaitu taqwa. Hal ini penting dikemukakan karena mungkin ada di antara kita memiliki pemahaman terhadap kewajiban ibadah sebatas formalitas, dalam arti sekedar meenggugurkan kewajiban. Ibadah yang sebatas formalitas, menurut pandangan tokoh Sufi, seperti Ibnu Athaillah, tak ubahnya seperti kurangka. Lengkapnya, “Amal itu kerangka yang tegak dan ruhnya adalah adanya rahasia keikhlasan di dalamya.”

الأعمالُ صُوَرٌ قائِمَةٌ

وَأَرْوَاحُهَا وُجُودُ سِرِّ الْإِخْلَاصِ فِيهَا

Taqwa merupaka konsep kunci etik-spiritual yang disebut lebih dari dua ratus kali dalam al-Qur’an. Setidaknya pada setiap menghadiri shalat Jum’at, kita diingatkan akan pentingnya menjaga kualitas ketaqwaan. Salah satu ayat yang sering dibacakan oleh khatib adalah ayat 102:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Āli ‘Imrān: 102)

Seruan yang disampaikan setidaknya setiap pekan pada setiap shalat Jum’at, dan seringnya kata taqwa disebutkan dalam al-Qur’an, menjadi petunjuk nyata akan pentingnya taqwa. Meminjam suatu frasa dalam literatur sosiologi, taqwa memiliki makna dan fungsi sebagai “the sacred canopy”, “pelindung suci”. Sebagaimana lazimnya kanopi pada bangunan yang memberikan efek perlindungan dan keindahan, taqwa juga demikian. Taqwa dapat melindungi kita dari godaan-godaan dan terpaan-terpaan untuk mengerjakan sesuatu yang dilarang Allah;  dan kepribadian kita terlihat indah karena kebaikan yang kita wujudkan. Tentu ada proses secara gradual yang harus dilalui hingga kemudian pada diri kita terdapat “the sacred canopy” berupa taqwa.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu