Masjid Ath-Tholibin yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menjadi tempat berlangsungnya khutbah Jumat yang penuh pesan persaudaraan dan kemaslahatan umat, Jumat (13/3/2026). Khutbah disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Muchammad Arifin.
Dalam khutbahnya, Ustadz Muchammad Arifin menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama. Menurutnya, nilai kemanusiaan dalam Islam bersifat universal dan menuntun umat untuk menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan bersama.
Ia menjelaskan bahwa manusia memang ditakdirkan hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena itu, yang harus dikedepankan adalah semangat saling mengenal, menghargai, dan mengasihi, bukan saling bermusuhan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal.
“Islam mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada sesama, bukan hanya kepada sesama Muslim tetapi juga kepada mereka yang berbeda keyakinan. Kita hidup berdampingan untuk saling mengenal dan saling mengasihi,” ujar Ustadz Arifin di hadapan para jamaah.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak jamaah menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk menjalankan ajaran Islam secara kaffah atau menyeluruh. Menurutnya, berbagai ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan sejatinya merupakan satu rangkaian yang saling terhubung menuju satu tujuan, yaitu membentuk pribadi yang bertakwa.
Untuk menggambarkan hal itu, ia memberikan ilustrasi sederhana tentang cara kerja sebuah mesin cuci. Sebuah mesin cuci, kata dia, hanya akan menghasilkan pakaian yang bersih jika seluruh sistem di dalamnya bekerja dengan baik. Demikian pula ibadah Ramadan.
“Di bulan Ramadan ada puasa, shalat tarawih, infak, sedekah, dan juga menjaga akhlak kita dari perbuatan yang tidak bermanfaat. Semua itu adalah satu sistem yang saling melengkapi. Jika dijalankan dengan baik, maka Ramadan akan benar-benar menjadi proses penyucian diri,” jelasnya.
Khutbah yang disampaikan dengan bahasa yang ringan namun penuh makna tersebut mengajak para jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, memperbanyak amal kebajikan, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pesan tersebut, umat diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah secara spiritual, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi sesama sehingga Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments