Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kiai Rik Suhadi: Rapor Bukan Alat Menghakimi, Melainkan Cerminan Proses Tumbuh Kembang Anak

Iklan Landscape Smamda
Kiai Rik Suhadi: Rapor Bukan Alat Menghakimi, Melainkan Cerminan Proses Tumbuh Kembang Anak
Kiai Rik Suhadi saat menyampaikan sambutan. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Dalam sambutannya di Acara Santri The Art and Culture Performance” pada Selasa (23/12/2025), Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Socah, Bangkalan, Kiai Rik Suhadi, menyampaikan pesan mendalam kepada para wali santri agar mengubah cara pandang dalam memaknai pendidikan dan hasil belajar anak.

Ia menegaskan bahwa rapor bukanlah alat untuk menghakimi kemampuan anak semata, melainkan sarana untuk melihat proses tumbuh kembang mereka.

Menurutnya, tujuan utama pendidikan di pesantren tidak berhenti pada capaian nilai akademik yang tinggi. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk santri menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, memiliki sikap yang santun, serta kepribadian yang matang.

“Rapor dan hasil belajar hanyalah salah satu bagian dari evaluasi proses pendidikan, bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan seorang anak. Angka-angka dalam rapor tidak selalu mampu menggambarkan perjuangan, proses pembelajaran, serta perkembangan karakter yang telah dilalui santri selama enam bulan terakhir,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kiai Rik Suhadi mengingatkan agar momen penerimaan rapor tidak dijadikan ajang untuk menghakimi, membandingkan, atau memberi tekanan berlebihan kepada anak, melainkan sebagai ruang untuk memberikan apresiasi, motivasi, dan penguatan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap santri memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada kemampuan akademik di dalam kelas, tetapi juga berkembang di berbagai bidang lainnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Banyak santri yang memiliki bakat di bidang teknologi, seni, komunikasi, hingga industri kreatif. Seluruh potensi tersebut sama berharganya dan perlu mendapatkan perhatian serta dukungan yang setara,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tugas orang tua dan pendidik bukanlah memaksakan satu standar keberhasilan yang sama kepada semua anak, melainkan mengenali, mendampingi, dan mengarahkan potensi unik yang dimiliki setiap santri.

“Dengan pendekatan yang tepat, santri diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai akhlak dan keislaman,” tuturnya.

Pesan yang disampaikan Kiai Rik Suhadi tersebut mendapat perhatian serius dari para wali santri yang hadir. Nasihat tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Babussalam Socah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, yang berorientasi pada pembinaan akhlak, penghargaan terhadap proses, serta pengembangan potensi santri secara menyeluruh dan berkelanjutan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu