Kiai Saad Ibrahim menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak boleh dijadikan sarana membangun popularitas pribadi, melainkan harus dilandasi nilai keimanan dan tanggung jawab kolektif.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal dan Konsolidasi Program Majelis Tabligh PP Muhammadiyah di Pusdiklat Tabligh Institute Muhammadiyah.
Kiai Saad mengingatkan pentingnya membangun collective pride terhadap Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Namun, kebanggaan tersebut tidak boleh berubah menjadi fanatisme kelembagaan.
“Kebanggaan harus dikaitkan dengan iman, menjadi energi spiritual yang menggerakkan dakwah, bukan sekadar simbol,” tegasnya.
Sebagai organisasi besar, Muhammadiyah dituntut menjaga keberlanjutan gerakan melalui perencanaan matang.
Kiai Saad mendorong Majelis Tabligh untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan strategi masa depan.
Konsep legacy atau warisan kelembagaan juga menjadi perhatian penting, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga nilai ideologis dan strategis.
Dalam menghadapi perkembangan zaman, dakwah harus mampu beradaptasi dengan perubahan global, termasuk kemajuan teknologi informasi dan keterbukaan ideologi.
Menurutnya, dakwah tidak cukup disampaikan secara normatif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan rasional dan kontekstual masyarakat.
Keberhasilan Muhammadiyah, lanjutnya, tidak hanya diukur dari jumlah amal usaha, tetapi dari dampak nyata bagi masyarakat.
Muhammadiyah harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan umat, seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, dan keterbelakangan pendidikan.
“Dakwah tidak boleh berhenti pada retorika, tetapi harus terwujud dalam aksi nyata,” ujarnya.
Pesan Kiai Saad menjadi pengingat bahwa dakwah Muhammadiyah harus tetap berorientasi pada nilai keimanan, kebermanfaatan sosial, dan keberlanjutan gerakan.
Dengan pendekatan yang kontekstual dan solutif, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi kekuatan moral dan sosial dalam kehidupan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments