
PWMU.CO – Para pemuda Muhammadiyah yang bernaung di bawah Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, kini semakin berani keluar sarang untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam memainkan musik tradisional jidor, sekaligus berkolaborasi dengan para seniman senior.
Aksi berani ini ditampilkan oleh kelompok jidor PRPM Sendangagung, yang dikenal dengan sebutan ‘Jidor Pemuda Bersinar’, saat mereka diundang tampil dalam sebuah road show di rumah salah satu seniman jidor Sendangagung, Sucipto Kasiyan, yang berlokasi di sebelah barat Mushalla Beji, Sendangagung, Jumat (20/6/2025).
Kegiatan ini sempat menyedot perhatian warga setempat, karena suara jidor yang diiringi gamelan berhasil memecah keheningan malam di kampung sunyi yang terletak di barat laut desa, yang dikenal sebagai pusat batik tulis dan kerajinan perhiasan emas.
Hadir para seniman jidor antara lain Kang Nadzim, Mahfudz (Kang Rolling), Kang Jamad, Ki Dalang Kundono, Sutaji, Milkan Muin, Hudiyanto, Asfar, dan Zuhri Uhya. Kehadiran dedengkot atau ahli seni jidor ini merupakan permintaan dari Agus Yohendi, yang ingin menghadirkan pertunjukan jidor dengan tambahan perangkat gamelan.
Para senior jidor mengaku kagum dan bangga atas semangat para kawula muda dalam memainkan alat musik yang kian lama kian meredup di tengah perkembangan dunia musik. Mereka menilai bahwa pukulan dan tempo yang dimainkan oleh para pemula ini sudah bagus, mantap, dan layak diacungi jempol.
Salah satu pemain gamelan sekaligus seniman jidor Golden Star, Kang Jamad, mengangkat jempolnya tinggi-tinggi sambil tersenyum manis dengan bibir tersungging saat menyaksikan aksi Jidor Pemuda Bersinar dari PRPM Sendangagung yang dipimpin oleh Farih Hamdan SPdI.

Demikian pula Kang Rolling (Mahfudz Sufyan), merasa puas atas capaian PRPM Sendangagung dalam memainkan musik tradisional yang didominasi oleh rebana, dengan gendang-gendang dan jidor sebagai bassnya.
“Dilihat dari usia dan jam terbangnya, Jidor Pemuda Bersinar milik PRPM Sendangagung sudah cukup baik dan keren. Sebagai orang tua, saya merasa bangga karena ada komunitas pemuda yang peduli untuk uri-uri (melestarikan) budaya dan kearifan lokal ini,” ujar pria yang mahir memainkan gamelan bernada melengking (peking) ini.
Sementara itu, Ketua PRPM Sendangagung, Farih Hamdan, mengungkapkan bahwa road show akan dilaksanakan setiap bulan dari kampung ke kampung dalam rangka menghidupkan kembali serta memperdengarkan alunan musik tradisional jidor yang kian langka. Kegiatan ini juga bertujuan agar para pemain pemula semakin berani dan tidak canggung.
Sudah beberapa bulan ini, Jidor Pemuda Bersinar mulai keluar dari sarang, yakni sanggar jidor milik H Milkan Muin. Kami mulai menggilir latihan ke rumah masing-masing anggota yang berasal dari berbagai kampung, seperti Sutho, Lebak, Beji, Mejero, Setuli, Pengangson, Timur Pasar, bahkan ada yang dari luar desa,” ungkap guru seni suara di SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, ini (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments