Carilah ilmu sampai ke negeri Cina: itulah kiat MTs Muhammadiyah 19 Surabaya yang terealisasi, salah satunya dengan kesempatan yang diberikan kepada Supriyanto untuk mengikuti acara benchmarking di Jepang memajukan sekolah, Senin (8/12/2025).
“Alhamdulillah ada kesempatan mampir ke negeri Cina, meskipun hanya empat hari setelah melakukan brenchmarking di negeri Jepang,” ungkap Supriyanto yang mendapat tugas terakhir sebagai Kepala MTs muhammadiyah 19 Surabaya.
Menurutnya, kesempatan itu harus dimanfaatkan untuk mencari ilmu sebagaimana kalimat motivasi mencari ilmu sampai ke negeri Cina.
Kalimat yang memotivasi tersebut menegaskan bahwa mencari ilmu tidak memiliki batas geografis atau teritorial. Bahkan menekankan pentingnya mencari ilmu pengetahuan, tidak peduli seberapa jauh atau sulitnya untuk diraih.
Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan, mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu pengetahuan dapat ditemukan di mana saja, dan umat Islam dianjurkan untuk mencarinya dengan gigih dan tekun. Termasuk belajar di Cina dan Jepang.
“Jadi, carilah ilmu sampai ke negeri Cina adalah sebuah motivasi untuk mencari ilmu pengetahuan dengan semangat yang tinggi dan tidak terbatas pada lingkungan sekitar saja,” ujarnya.
MTs Muhammadiyah 19 Surabaya sudah lama menjalankan kiat tersebut. Salah satunya dengan cara mendalami budaya Cina tradisonal yang manjadi icon sekolah sampai saat ini, yaitu Liang Liong. Hal ini yang menjadikan sekolah makin dikenal dan menjadi satu satunya sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler Liang Liong.
Oleh karena itu, MTs Muhammadiyah 19 Surabaya terus mencari inovasi baru yang diambil dari seni tradisional Cina tersebut, lalu dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya.
“Sekolah harus mempunyai ciri khas tersendiri yang unik dan berbeda dengan sekolah lain. Sebagai Sekolah Rintisan Internasional, harus memiliki keahlian budaya negara lain agar terpenuhi persyaratannya dengan mengambil budaya tradisional Cina yakni Liang Liong,” tambahnya
Liang Liong ini sangat ikonik dan menarik. Cocok sekali dibawakan pada acara yang besar seperti pawai dan festival. Sekaligus sebagai sarana promosi sekolah. Gerakannya melambangkan kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan.
Terkait kekurangannya, tinggal bagaimana menyesuaikan dengan kebutuhan untuk kemajuan sekolah.






0 Tanggapan
Empty Comments