Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Abu Hasan dari Anak Yatim Jadi Pemimpin 104 Panti

Iklan Landscape Smamda
Kisah Abu Hasan dari Anak Yatim Jadi Pemimpin 104 Panti
Kisah Abu Hasan dari Anak Yatim Jadi Pemimpin 104 Panti
pwmu.co -

Ketekunan dan kemandirian menjadi fondasi perjalanan hidup Abu Hasan, Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Surabaya, yang kini dikenal sebagai penggerak lembaga sosial dan pembina generasi yatim berprestasi.

Lahir di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik, pada 11 Agustus 1960, Abu Hasan telah menghadapi ujian hidup sejak usia dini. Ia menjadi yatim sejak usia dua tahun. Meski berasal dari keluarga petani, ia memilih membiayai pendidikannya sendiri sebagai bentuk tekad mengubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan.

“Saya ingin membuktikan bahwa sekolah bukan sekadar mencari pekerjaan, tetapi membentuk cara berpikir dan masa depan,” ujarnya.

Semangat kemandirian itu telah tumbuh sejak bangku SMA. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, ia bekerja di berbagai bidang, mulai dari koperasi, guru privat, hingga agen asuransi.

Di tengah kesibukan tersebut, ia berhasil menyelesaikan pendidikan di SMA Kartini Gresik pada 1983, lalu melanjutkan ke jenjang sarjana dengan biaya mandiri.

Selain pendidikan, Abu Hasan aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Ia pernah terlibat dalam Tapak Suci, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Majelis Wakaf PDM Surabaya dan PWM Jawa Timur.

Kini, ia juga mengemban amanah di tingkat ranting Muhammadiyah sejak 2023.

Perjalanan di Panti Asuhan Muhammadiyah Surabaya dimulai pada 2003 sebagai sekretaris. Ia kemudian dipercaya menjadi bendahara, wakil kepala, hingga akhirnya menjabat sebagai kepala panti selama dua periode (2018–2022 dan 2022–2026).

Di bawah kepemimpinannya, panti mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi fasilitas maupun prestasi anak asuh.

Kepercayaan terhadap kepemimpinannya semakin besar ketika ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Badan Kerja Sama Panti Asuhan Islam Surabaya (BKSPAIS) pada 2008.

Dalam peran ini, ia turut mengelola sekitar 104 panti asuhan Islam se-Surabaya.

“Ini bukan sekadar tugas organisasi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan keikhlasan,” tuturnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Berbagai prestasi berhasil diraih anak-anak asuh, mulai dari:

  • Juara tahfidz tingkat Kota Surabaya
  • Juara adzan tingkat PWM
  • Juara Tapak Suci hingga tingkat internasional

Di tingkat lembaga, panti meraih penghargaan sebagai Panti Terbaik tingkat PDM tahun 2022 serta juara Eco Pesantren tingkat kota.

Pengembangan fasilitas juga terus dilakukan, seperti pembangunan asrama puteri tiga lantai, masjid, asrama putera, hingga unit usaha kos-kosan sebagai penopang kemandirian ekonomi.

Keteladanan Abu Hasan dirasakan langsung oleh para alumni. Salah satu alumni menyebutnya sebagai sosok yang penuh kasih dan perhatian.

“Abah Abu Hasan itu sangat menyayangi anak-anak. Tidak membeda-bedakan. Bahkan sering malam-malam memastikan semua anak sudah istirahat,” ungkapnya.

Pengalaman hidup sebagai anak yatim membentuk pendekatan kepemimpinannya yang penuh empati.

“Saya ingin anak-anak tidak hanya terpenuhi kebutuhannya, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Perjalanan Abu Hasan dari anak desa yang mandiri hingga menjadi pemimpin panti dan penggerak ratusan lembaga sosial menjadi bukti bahwa ketekunan, keikhlasan, dan komitmen dalam pengabdian mampu menghadirkan perubahan nyata.

Kisahnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memberi dampak besar bagi masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡