Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Doktor Imami Shalat Jenazah dengan Rukuk dan Sujud

Iklan Landscape Smamda
Kisah Doktor Imami Shalat Jenazah dengan Rukuk dan Sujud
pwmu.co -
Goodwil Zubir saat di Lamongan. (Mohamad Suud/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gelar dan titel tinggi ternyata tidak menjamin untuk memahami hukum Islam. Seperti yang dialami oleh seorang doktor yang menshalatkan janazah ayahnya. Tanpa diduga ternyata setelah takbiratul ikram dia membaca Alfatihah dengan jahr (keras). Tidak hanya itu, ternyata dilanjutkan dengan rukuk dan sujud.

Kejadian memilukan ini—tanpa menyebut nama—diceritakan oleh Goodwil Zubir dalam kegiatan Kajian Islam Menjelang Ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, di Auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Ahad (28/4/19).

Saat itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini menyaksikan langsung peristiwa yang cukup menghebohkan. Posisi shaf Goodwil persis di belakang imam.

“Sebelum berlanjut ke rakaat kedua segera saya pegang tangannya dan saya ajak mundur ke belakang,” tutur pria yang lahir di Padang Sumatera Barat ini.

Goodwil melanjutkan ceritanya, melihat situasi seperti ini dia langsung mengambil alih kepemimpinan dalam shalat janazah Itu.

“Bapak-Bapak dan Saudara-Saudara, shalat janazah yang baru saja kita laksanakan kurang sempurna, untuk itu mari kita shalat lagi agar lebih sempurna,” cerita mantan Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah tahun 1995-2000 itu.

Cerita di atas sengaja dipaparkan oleh Goodwil untuk menguraikan ayat Allah dalam Alquran Surat Alkahfi ayat 46, bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.

“Jangan sibuk mengurus organisasi, tapi tidak bisa dan lupa untuk menyiapkan generasi shaleh. Termasuk jangan terlalu membanggakan titel dan gelar anak. Buat apa kalau tidak berbakti kepada orangtua,” pesan Goodwil di hadapan 200 peserta. (Mohamad Suud)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu