Langkah mantap menuju masa depan ditunjukkan Nadhif Rizqi Handrianto, siswa kelas XII-3 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda). Dengan tekad kuat dan doa yang tak putus, ia berhasil meraih golden tiket menuju Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kampus impian yang telah lama ia cita-citakan.
Bagi Nadhif, ITS bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang berproses untuk meraih cita-cita yang lebih besar. Sejak kecil, ia telah menargetkan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri unggulan.
“Sejak kecil saya ingin masuk ITS dan menjadikannya tempat berproses menuju cita-cita selanjutnya. Dulu saya belum sempat merasakan sekolah negeri, sehingga kuliah di PTN menjadi target besar saya,” ungkapnya.
Motivasi tersebut juga dilandasi keinginan membanggakan kedua orang tuanya. Ia menyadari besarnya doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan selama ini. Selain itu, ia ingin membawa nama baik sekolah yang telah membentuk karakter dan kompetensinya.
Rasa syukur tak henti ia panjatkan saat dinyatakan lolos sebagai penerima golden tiket ITS. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata hasil kerja keras pribadi, melainkan karunia Allah Swt. serta dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan salah satu mimpi saya. Saya yakin ini bukan hanya usaha saya sendiri, tetapi karena Allah yang membukakan jalan melalui keluarga dan orang-orang di sekitar saya,” tuturnya.
Menjemput Mimpi Melalui Golden Tiket ITS
Ke depan, Nadhif berkomitmen menjaga amanah sebagai penerima golden tiket. Ia menyadari kemudahan yang diperoleh merupakan ujian sekaligus tanggung jawab yang harus dimanfaatkan secara optimal.
Informasi mengenai program golden tiket ia peroleh dari alumni Smamda yang kini menempuh studi di ITS. Program tersebut merupakan inisiatif baru ITS yang diumumkan melalui media sosial resmi penerimaan mahasiswa.
Golden tiket dibuka dalam beberapa kategori, antara lain ketua OSIS, content creator, siswa entrepreneur, dan atlet. Persyaratannya meliputi status siswa eligible, memiliki prestasi pendukung, serta memilih ITS sebagai pilihan pertama pada jalur SNBP.
Sebagai mantan Ketua Umum IPM periode 2024/2025 dan masuk dalam 10 besar siswa eligible, Nadhif melihat peluang tersebut dengan optimistis. Ia mempersiapkan berbagai dokumen, mulai dari esai kontribusi kepemimpinan, surat rekomendasi sekolah, dokumen prestasi, hingga nilai rapor.
Proses penyusunan esai menjadi tantangan tersendiri. Ia harus merumuskan gagasan serta pengalaman kepemimpinan yang relevan dan meyakinkan bagi tim seleksi. Dukungan sekolah melalui konsultasi intensif bersama pimpinan sekolah dan guru bimbingan konseling turut membantu kelancaran proses pendaftaran.
Kisah Nadhif menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kesungguhan, doa, serta dukungan lingkungan yang positif. Dengan semangat dan keyakinan, ia melangkah menatap masa depan dan menyiapkan diri untuk perjalanan akademik berikutnya di ITS. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments