Udara Kota Gresik siang itu terasa panas. Angin bertiup sangat kencang, menerbangkan daun-daun kering tanpa arah.
Siang itu, Bening Satria Prawita Diharja, memarkir mobil di samping halaman SMA Muhammadiyah 1 Gresik, tempat Estu Rahayu mengajar. Keduanya menunggu Musyrifah, Fatma Hajar Islamiyah dan Wafiq Amiqoh.
Kelima guru tersebut bersiap menghadiri Raker dan Bengkel Jurnalistik PWMU.CO di Graha Umsida Trawas Mojokerto pada Senin – Selasa (1-2/9/2025).
Raker dengan tema Menguatkan Jurnalisme di Era Digital tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Acara itu membuat kelima guru dari Gresik menyiapkan tugas untuk siswa yang ditinggalkan, tukar jam mengajar atau mengajukan ijin ke Kepala Sekolah agar bisa hadir. Meski Raker dilaksanakan saat mengajar, mereka berusaha hadir.
Tetap Mengajar
Musyrifah, Guru MI Muhammadiyah 1 Karangrejo (Mimdaka) menuturkan, bahwa menjadi guru adalah tugas utama. “Oleh karena itu, sebisa mungkin tidak meninggalkan kelas,” ujarnya. Guru yang biasa disapa Bu Musy itu masih mengajar saat pagi dan baru ijin meninggalkan kelas setelah selesai mengajar.
Bening Satria Prawita Diharja, guru Olah Raga SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) juga demikian. “Ngajar dulu bu. Kebetulan jam olah raga pagi hari. Jadi siangnya bisa ijin mengikuti raker,” ucapnya.
Demikian juga dengan Fatma Hajar Islamiyah dan Wafiq Amiqoh, keduanya guru SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). “Kami mengajukan ijin dan tetap melakukan pembelajaran pada pagi sebelum berangkat. Kebetulan saat ini sedang ujian tengah semester. Setelah itu kami berangkat ke Smamsatu,” ujar keduanya.
Lain halnya dengan Estu Rahayu, guru Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) menuturkan. “Kami melakukan pembelajaran secara on line atau daring selama sepekan sesuai intruksi sekolah. Tidak masalah karena pembelajaran bisa dilakukan dimana saja,” tuturnya.
Uji Kompetensi Wartawan
Sejak bergabung menjadi Kontributor di PWMU.CO, kelima guru dari Gresik sudah menulis ratusan berita. Estu Rahayu dan Wafiq Amiqah mengaku sekitar 250 tulisan. Bahkan Musyrifah mengaku lebih dari itu. “Sekitar 300 berita sudah saya tulis,” ucapnya.
Bahkan terkadang berita kegiatan Organisasi Otonom (Ortom) juga tak luput dari tulisan mereka. Seperti Fatma yang saat ini menjadi Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Gresik.
Estu Rahayu yang menjabat Wakil Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Gresik dan Bening Satria yang menjadi anggota Lembaga Seni Budaya PDM Gresik. Bahkan Musyrifah, Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Gresik, juga memiliki WA group Kontributor dari guru TK ABA. Guru-guru TK ABA Gresik binaannya tersebut turut meramaikan portal berita PWMU.CO.
Dari banyaknya berita yang pernah ditulis, akhirnya guru-guru tersebut mendapat kesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Dewan Pers Indonesia pada 2024 lalu.
Dalam ujian tersebut, mereka dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat serta nomor induk wartawan. “ Jadi perjuangan menjadi wartawan ini gak demeh-demeh (bukan perkara remeh),” ujar Musyrifah dalam bahasa lokal (Gresikan)
Menuju Redaktur
Ratusan tulisan dan lulus UKW kategori wartawan muda, membuat lima guru dari Gresik itu melaju ke Redaktur PWMU.CO.
Hal itu berdasarkan Keputusan Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur nomor 06/KEP/II.13/D/2024.
Keputusan itu ditandatangani Ketua MPID, Dr. Aribowo, M.Si dan Sekretaris, Dr. Radius Setiyawan, M.A. tertanggal 27 Dzulhijjah 1446 H/ 23 Juni 2025
Dalam keputusan itu disebutkan bahwa nama-nama yang diusulkan untuk diangkat menjadi personalia tim PWMU.CO periode 2025-2026 dan dipandang memenuhi syarat untuk ditetapkan dan diangkat.
Tim redaksi PWMU.CO bertugas untuk meningkatkan kualitas portal berita milik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments