Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Muhammadiyah Made Diungkap Sesepuh Ini

Iklan Landscape Smamda
Kisah Muhammadiyah Made Diungkap Sesepuh Ini
pwmu.co -
Kisah Muhammadiyah Made
Duha Ismail (Alfain/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kisah Muhammadiyah Made di Lamongan diceritakan oleh sesepuh Desa Made Duha Ismail di acara Tabligh Akbar dan Pengukuhan PRM dan PR Aisyiyah Made Raya periode 2022-2027, Sabtu (25/5/2024).

Acara bertempat di halaman Masjid Nasir bin Ibrahim. Hadir Sekretaris PDM Lamongan Dr Piet Hizbullah Khaidir MA, Ketua PCM Lamongan Drs Syaifuddin Zuhri MAg beserta jajarannya, PRM-PRA se Kecamatan Lamongan.

Juga hadir Kepala Desa Made, Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Made, dan para sesepuh Muhammadiyah.

Sesepuh Muhammadiyah Made Duha Ismail dalam sambutannya menceritakan kisah Muhammadiyah di awal dakwah.

“Sejak dulu kami ingin mendirikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah di Desa Made. Tetapi tahun demi tahun belum berhasil. Alhamdulillah atas izin Allah hari demi hari kini Muhammadiyah di Desa Made terus bergerak dan menebar manfaat. Akhirnya alhamdulillah hari ini, PRM dan PRA Made Raya resmi dikukuhkan oleh PCM Lamongan,” ujarnya.

Dia berpesan, ketika sudah menjadi pimpinan Muhammadiyah. “Sebagai pemimpin harus merendahkan diri, harus dibuka dengan dasar lemah lembut, kalau bersikap keras maka kita akan dienggani oleh siapapun,” katanya.

Menurut dia, hendaklah kita saling memaafkan apabila ada saudara-saudara kita memiliki kesalahan dan selalu meminta ampun kepada Allah. Menyelesaikan masalah dengan cara bermusyawarah. Apabila sudah memiliki tekad, semuanya diserahkan kepada Allah dengan tawakkal.

Duha Ismail menuturkan, dia dengan Moyan mendirikan Ranting Muhammadiyah di desa ini memulai dari membangun Masjid Nasir bin Ibrahim ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia bersyukur, lewat masjid ini kegiatan Muhammadiyah bisa berkembang dan maju. Sekarang sudah berdiri Taman Pendidikan Quran (TPQ).

“Harapan saya, mudah-mudahan Ranting ini menjadi unggulan dan menjadi masjid yang barokah,” harapnya.

Yai Duha, panggilan akrabnya, berharap  kepada Kepala Desa Made apabila ada kesalahan dari Muhammadiyah jangan ditegur, namun mohon diluruskan.

“Semoga di Desa Made ini umat Islam warga Muhammadiyah maupun non Muhammadiyah semakin jaya dan berkembang,” tandasnya sembari dibalas ucapan aamiin oleh para undangan.

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu