KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana, Driyorejo, Gresik, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat dan keceriaan, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Iman Qonaah ini mengusung tema Perjalanan Ajaib ke Langit. Acara diikuti seluruh siswa, guru, serta tamu dari LPPMI dan Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Sejak pukul 07.00 WIB, peserta didik tampak antusias menyambut peringatan hari besar Islam tersebut. Guru menyiapkan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengenalkan makna Isra Mi’raj secara sederhana dan menyenangkan sesuai perkembangan anak usia dini.
Dengan mengenakan busana bernuansa putih, siswa duduk rapi di kelas untuk menerima pengarahan dari guru. Seluruh guru juga mengenakan pakaian serasi dan bersiap mengatur barisan siswa sesuai jenjang masing-masing.
Satu per satu siswa memasuki ruang utama Masjid Al Iman Qonaah, lokasi peringatan Isra Mi’raj 1447 H. Lokasi sekolah yang berada satu area dengan masjid memudahkan pelaksanaan kegiatan.
“Ruang masjid cukup luas sehingga pendongeng bisa lebih leluasa bergerak saat berkisah,” ujar Zulfa Islahul Mujtahidah, S.Pd., guru TK ABA 49.
Suasana semakin hangat saat siswa kedatangan tamu spesial, Bunda Daniek bersama boneka sahabatnya, Bon Bon, didampingi tim Lazismu PDM Gresik. Sesi dongeng dijadwalkan berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB.
Tergabung dalam Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), Bunda Daniek dikenal aktif berdakwah melalui dongeng di berbagai sekolah.
“Berdakwah dengan masuk ke dunia anak-anak melalui cerita adalah hal yang menyenangkan,” tuturnya.
Hadir dari Lazismu PDM Gresik, Ilham Zainul Mizan, S.Ip., Ega Novami, S.Tr.Ak., dan Lu’luatul Usro, S.Psi. “Ini pertama kali kami berkunjung ke sini. Anak-anaknya lucu dan antusias,” ujar Ilham.
Melalui dongeng Islami, Bunda Daniek mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dengan alat peraga boneka Bon Bon, cerita disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa.
“Wah, bonekanya bisa bicara,” ucap Salsabila Elmira Nur Ramadhani, siswa TK A, dengan wajah penuh antusias.
Ekspresi suara dan gerakan yang lincah sempat membuat beberapa siswa KB merasa takut. Atharva Kaivan Irya, salah satu siswa KB, bahkan merengek ingin pulang. Namun suasana kembali cair dengan celoteh polos siswa lain yang penasaran dan ingin mendekati boneka.
Guru KB, Inas Amania, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai spiritual sejak dini. “Isra Mi’raj bukan sekadar cerita sejarah. Di dalamnya ada pesan keimanan, kedisiplinan salat, dan cinta kepada Allah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kecil berupa pensil bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan. Salah satunya Shofia Fikhratus Solikha, siswa TK A, yang menjawab benar pertanyaan tentang kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mi’raj.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 H ini, KB-TK ABA 49 Griya Kencana berharap pengalaman berkesan tersebut dapat menjadi langkah awal membangun karakter religius dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW pada diri peserta didik.






0 Tanggapan
Empty Comments