
PWMU.CO – Santri dan santriwati tingkat akhir Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan menorehkan karya terbaik mereka melalui antologi cerpen yang dilaunching pada saat pengukuhan kader Muhafidz SPEAM di Gedung Gradika Praja, Ahad (4/5/2025).
Dalam acara tersebut, Putri Betyas Nurfadillah SPd, pembimbing penulisan cerpen dan guru Bahasa Indonesia, menyerahkan antologi berjudul Lakara Samudra Sang Santri kepada para tamu undangan. Para tamu tersebut antara lain: Ketua PWM Jatim, dr dr Sukadiono; Ketua BPP SPEAM, dr KH Syamsudin; Ketua PDM Kota Pasuruan, dr H Abu Nasir; Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kota Pasuruan, Drs Mohammad Fatoni; serta jajaran pimpinan SPEAM.
Seluruh santri dan santriwati kelas akhir SPEAM menulis antologi ini dengan tebal 281 halaman. Mereka menuangkan kisah kehidupan sehari-hari di pesantren, dengan sebagian cerita didasarkan pada pengalaman pribadi. Misalnya, Mochammad Aditya Agam menyajikan kisah bertajuk Lika-liku Kehidupan Pesantren, yang menggambarkan suasana pesantren asri di desa, dikelilingi sawah dan gunung, di mana para santri mendalami ilmu-ilmu agama dan menjalin persahabatan yang kuat hingga mencapai kesuksesan pendidikan.
Firjatullah Faras juga berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya sejak pertama kali masuk pesantren hingga lulus. Ia menguraikan berbagai momen penting yang membentuk karakternya, mulai dari kebersamaan, pelajaran yang mendalam, hingga atmosfer ujian yang menantang.
Dalam kata pengantar, Mudir SPEAM, Mochammad Amin MPd, menyatakan bahwa kumpulan tulisan ini merupakan karya terbaik santri akhir SPEAM. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas mereka dalam menulis cerita pendek, tetapi juga mengangkat budaya baca dan tulis di lingkungan pesantren. Amin berharap, karya-karya tersebut dapat memotivasi santri lain untuk terus berkarya. (*)
Penulis Dadang Prabowo Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments