Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Seorang Ustadz tentang ‘Keramatnya’ Doa Ibu

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ekspresi Ustadz Abu Bakri saat menajdi penceramah di Pengajian Ahad Pagi. (Abd Rozak/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kehadiran motivator dari Universitas Muhammadiyah Surakarta Ustad H Abu Bakri SAg MPdi dalam Pengajian Ahad Pagi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, (4/3/18) memberi nuansa berbeda.

Penampilannya yang kocak dipadu dengan kemampuannya membuat akronim dan menirukan lagu populer, membuat 1000 lebih perserta pengajian merasa “terhibur”. Padahal materi yang dia sampaikan cukup serius: Mewujudkan Keluarga Ahli Surga.

Untuk menjelaskan kewajiban anak berbakti pada orangtua misalnya, dia menirukan lagu Keramat milik Bang Haji Rhoma Irama. ”Ridha Ilahi karena ridhanya, murka Illahi karena murkanya,”salah satu syair yang dikutip.

Dia sendiri telah membuktikan bagaimana “keramatnya” doa orangtua. “Doa orangtua itu dahsyad sekali. Saya jadi juara lomba MTQ antarmahasiswa se-Indonesia juga berkat doa ibu saya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Ustadz Abu Bakri juga mengungkapkan pengalaman spiritual berkaitan dengan doa ibu. “Saya puasa Senin-Kamis dan shalat tahajud 41 hari tapi daftar di Kopassus tidak diterima. Tapi beberapa bulan kemudian saya dijadikan imam, khatib, dan guru Alquran di masjid Kopassus. Itu semua karena doa ibu saya,” kisahnya.

Karena itu dia berpesan agar jangan sampai seorang anak durhaka kepada orangtua, karena bisa dimurka Allah disebabkan murka orangtuanya. “Kalau Allah murka maka dunia dan akhirat kita akan sengsara. Naudhubillahi min dzalika,”pesannya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abu Bakri menjelaskan 7 amalan yang menjadikan seorang dicintai Allah,yaitu selalu menyebarkan salam, menjaga wudhu, bertawakal kepada Allah, berdoa, membaca Alquran setiap hari, shalat berjamaah di masjid, dan melaksanaan sholat Dhuha dan Tahajud.

Dia juga mengemukakan akronim RENAH untuk menjelaskan kriteria istri yang shalehah, yaitu ramah tutur kata dan menyenangkan, elok dipandang, nikmat, anggun, dan hemat.

Ceramah yang menyenangkan itu membuat waktu 90 menit yang disediakan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik sebagai penyelenggara acara, terasa kurang bagi jamaah. (Abd Rozak/Erna)

Suasana Pengajian Ahad Pagi di GDM Gresik, 4/3/18. (Abd Rozak/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu