Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kisah Timbul Tenggelam Nasyiatul Aisyiyah Kota Probolinggo

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Suasana pembukaan Musyda X Nasyiatul Aisyiha Kota Probolinggo (Izza El Mila/PWMU.CO)

Branding Progresif PWNA Jatim

Hadir dalam Musyda Ke-5 ini Wakil Ketua Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Maharina Novia Zahro MIKom dan Ketua Departemen Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWNA Jatim Nia Ambarawati AmdKep. Keduanya hadir membawa putri kecilnya masing-masing.

“Kota Istimewa, semangat luar biasa,” ujar Rina membuka sambutan. Menurutnya rentang usia anggota NA adalah 17-40 tahun. Dari fase remaja hingga dewasa dan dikarunia anak akan dilampaui anggotanya.

“Mulai fase galau remaja, menikah, dan memiliki anak mewarnai perjuangan untuk tetap bisa eksis di NA membutuhkan semangat tersendiri,” ujarnya. 

Dia menambahkan untuk anggota NA yang telah dikarunia anak harus pandai mengatur urusan keluarga dan organisasi.

Kendala-kendala yang ada di NA memunculkan ide-ide segar menjadi solusi setiap permasalahan. “Siapa yang hadir pada saat Musywil lalu?” tanyanya kepada peserta.

“Ada layanan day care, pijat baby spa bagi peserta Musywil NA yang membawa putra-putrinya,” jelasnya dengan mata berbinar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia juga mengungkapakan bahwa PWNA Jawa Timur memiliki ‘brand Progresif. Rina mengurai maknanya:

  • Profetik adalah unsur kenabian dalam setiap langkah dan gerak NA. Dalam menjalankan program haruslah meneladani Nabi Muhammad SAW.
  • Gesit menggambarkan kesigapan anggota NA. Tidak ada kata patah semangat. Tidak ada kata menyerah
  • Responsif  merujuk pada sikap tanggap etrhadap isu perempuan dan anak. Kekerasan dalam rumah tangga, kasus stunting yang menghangat perlu disikapi secara cepat dan terprogram
  • Kolaboratif menunjukkan upaya membangun jejaring. Bersinergi dengan dengan PDM, PDA atau dengan ortom lainnya.
  • Inklusif merupakan sikap yang bisa memahami sudut pandang orang lain. Tidak merasa besar. Bisa dilakukan  bekerjasama dengan ormas lain selain Muhammadiyah. Bahkan lintas iman tetapi tetap meneguhkan akidah.

“Kolaborasi adalah kata kuncinya. Jika ingin meminta tolong , maka tunjukkan Ayunda patut ditolong. Caranya dengan terlibat aktif pada kegiatan Persyarikatan,” pesan Rina mengakhiri sambutan sekaligus membuka Musyda Ke-5 NA Kota Probolinggo. (*)

Penulsi Izza El Mila Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu