Lekhi Mukti, mantan pegawai Bank Mega yang beragama Buddha, mengisahkan dengan rasa syukur dan haru tentang kebiasaannya menabung bonus selama aktif di Bank Mega untuk membeli tanah seluas 8.000 m².
Saat ini, tanah tersebut diwakafkan ke Persyarikatan Muhammadiyah dan disaksikan bersama Noer Kholis di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Rabu (24/9/2025).
Mukti mengisahkan alasan mewakafkan tanah tersebut ke Muhammadiyah. Pertama, pengalaman kakak Noer Kholis mewakafkan tanah di Yogyakarta yang dikelola secara produktif untuk lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Kedua, nazhir menjaga amanah, yakni menjaga kepercayaan wakif. Ketiga, banyak amal usaha Muhammadiyah yang tumbuh dan berkembang.
Atas dasar itu, Mukti mewakafkan 8.000 m² tanah di Desa Bojong, Lingga Mukti, Kecamatan Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor Timur, Jawa Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat dan sekitarnya masih sangat membutuhkan klinik kesehatan dan lembaga pendidikan.
Ketua PCM Cileungsi, Mustopa Idris SESy MEI, menyampaikan rasa syukur sekaligus berharap tanah wakaf itu dapat dimanfaatkan sesuai amanah dari wakif.
Amirsyan Tambunan, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah, menegaskan agar PCM Cileungsi Kabupaten Bogor dapat memproduktifkan tanah wakaf tersebut.
Ia menekankan bahwa dalam tata kelola wakaf di lingkungan persyarikatan, Muhammadiyah berupaya secara sungguh-sungguh mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.
Hal ini sangat mempermudah pengelolaan wakaf agar produktif, karena adanya dukungan semua pihak. Namun, ketika seluruh kekuatan persyarikatan dikerahkan untuk mengelola wakaf pun, tugas itu belum selesai karena besarnya tanggung jawab nazhir dan luasnya tanah wakaf dari Sabang sampai Merauke.
Oleh karena itu, sifat wakaf yang inklusif dapat dikelola tidak hanya oleh Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah dari pusat hingga ranting bersama organisasi otonom, tetapi juga harus melibatkan semua pemangku kepentingan dan semua golongan.
Dengan demikian, semua pihak berkepentingan untuk mengelola wakaf demi terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments