
Perhatikan Sekolah Swasta
Zainuddin Maliki juga mengingatkan agar pemerintah juga punya langkah menjaga kualitas pendidikan dan pengajaran bukan hanya di sekolah negeri saja. Sekolah swasta harus juga mendapatkan perhatian.
“Jangan sampai akibat program PPPK ini proses pendidikan dan pengajaran di sekolah swasta justru semakin menurun. Pemerintah harus bertanggung jawab menjamin layanan pendidikan yang bermutu, baik di sekolah negeri maupun swasta,” tegas Zainuddin.
Faktanya BPS menyebutkan di 2020/2021, dari 13.683 SMA di Indonesia, yang Negeri sebanyak 6.889 dan yang swasta 6.964 sekolah. Lembaga pendidikan SMK yang swasta bahkan lebih banyak dari pada yang negeri. Jumlah SD, SMP, SMA sekolah swasta dan negeri hampir berimbang. Pendidikan anak sekolah dini (PAUD) malah lebih banyak swasta.
“Pengangkatan guru PPPK di satu sisi dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, tapi di sisi yang lain tidak boleh menjadi sebab menurunnya kualitas layanan pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah swasta,” tegas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
“Sekolah swasta yang dikelola kalangan umat Islam, Katolik, Kristen, PGRI, Taman Siswa dan berbagai institusi nonpemerintah lainnya yang sudah hadir melayani pendidikan rakyat, bahkan sudah ada sejak sebelum kemerdekaan, juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelamatkan kualitasnya,” ujarnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments