Bukan sekadar rutinitas akademik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengubah paradigma pengabdian masyarakat menjadi solusi konkret masalah desa.
Melalui pelepasan 500 mahasiswa peserta KKN Berdampak 2026, Sabtu (24/1/2026), Kampus Putih menargetkan intervensi jangka panjang di 17 kecamatan Malang Raya.
Program ini dirancang khusus sebagai katalisator tiga pilar utama SDGs, Pendidikan Berkualitas, Kehidupan Sehat, dan Kemitraan Strategis demi mewujudkan kemandirian desa hingga sepuluh tahun ke depan.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, MT. PhD. IPM, menegaskan bahwa KKN Berdampak kali ini dirancang dengan pendekatan strategis berbasis data.
Dalam penentuan lokasi dan program pengabdian, pihaknya menerapkan prinsip Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) sebagai landasan utama. Prinsip kemitraan ini menjadi pondasi untuk menggerakkan pilar-pilar lainnya secara efektif.
“Kami tidak sekadar menempatkan mahasiswa, tetapi membangun sinergi. Karena itu, kami berkoordinasi intensif dengan tiga komponen kunci yaitu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta pemerintah desa setempat. Tujuannya adalah memetakan potensi dan masalah riil, sehingga program yang digarap benar-benar menjawab kebutuhan desa secara presisi,” ujar Iis.
Dari hasil pemetaan partisipatif tersebut, para mahasiswa kemudian diterjunkan untuk mengakselerasi pencapaian target di dua sektor krusial lainnya.
Pertama, mahasiswa menjadi garda terdepan mendukung Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) melalui pendampingan intensif di sekolah dan madrasah, penguatan kurikulum pesantren, hingga pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa.
Kedua, aspek kesejahteraan fisik dan mental masyarakat disentuh secara mendalam melalui program Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDGs 3).
Mahasiswa diproyeksikan aktif dalam penyuluhan kesehatan serta perbaikan sanitasi lingkungan. Upaya mewujudkan kehidupan yang sejahtera ini juga diperkuat dengan pendampingan ekonomi bagi pelaku UMKM dan penerapan teknologi tepat guna, yang bermuara pada peningkatan kualitas hidup warga desa secara menyeluruh.
Disisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan agar mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia mendorong mahasiswa untuk mentransformasikan ilmu konseptual dari kampus menjadi solusi praktis di lapangan.
Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban akademik, tetapi mampu menciptakan lingkungan visioner yang menyatukan pemikiran akademis dengan kebutuhan riil warga, sehingga keberadaan mereka benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Saya harap mahasiswa dapat menciptakan situasi atau lingkungan belajar yang visioner, yaitu menggabungkan antara pengalaman belajar secara konseptual dan praktik agar pikiran kita dapat menyatu dengan suasana yang dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments