Suasana Balai Desa Wotansari, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Selasa malam (5/8/2025), tampak ramai dan penuh keakraban. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) bersama perangkat desa, jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan para petani berkumpul mengikuti workshop pembuatan kompos dari sekam padi.
Limbah sekam yang biasanya menjadi tumpukan tak berguna, malam itu disulap menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi. Program ini diinisiasi untuk membantu petani mengolah limbah pertanian menjadi sumber daya bermanfaat sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Pemateri kegiatan, Karto STrP dari BPP Balongpanggang, memaparkan tahapan pembuatan kompos mulai dari pemilihan sekam berkualitas, pencampuran bahan organik seperti kotoran ternak dan dedak, hingga proses fermentasi yang memerlukan waktu tertentu. “Dengan teknik ini, limbah sekam padi yang biasanya dibuang bisa diubah menjadi kompos bernutrisi tinggi untuk tanaman,” jelasnya.
Usai pemaparan, para peserta langsung mempraktikkan pembuatan kompos. Mereka menyiapkan bahan, mencampur, menyiram larutan fermentasi, hingga membalik campuran kompos. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme para petani yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Ketua KKN Kelompok 23 UMG, Andini Rahma Devi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang bertujuan memberikan keterampilan baru bagi warga.
“Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani,” ujarnya.
Selain memberikan wawasan praktis, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kolaborasi semacam ini, diharapkan Desa Wotansari semakin mandiri dalam mengelola sumber daya alam secara ramah lingkungan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments