Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN UM Surabaya Sulap Urine Ternak Jadi Pupuk Cair Organik

Iklan Landscape Smamda
KKN UM Surabaya Sulap Urine Ternak Jadi Pupuk Cair Organik
Mahasiswa KKN UM Surabaya memberikan penyuluhan cara membuat pupuk cair organik berbahan dasar urine ternak (Arya Aji Santosa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Inovasi pemanfaatan limbah terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang pada Selasa (19/8/2025).

Salah satu program unggulan yang berhasil menarik perhatian warga adalah pembuatan pupuk cair organik berbahan dasar urine ternak, yang diolah melalui proses fermentasi sederhana.

Program ini diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah peternakan.

Dalam praktiknya, mahasiswa memperkenalkan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Proses pembuatan pupuk cair ini memanfaatkan drum plastik berkapasitas 60 liter sebagai wadah fermentasi. Drum tersebut dilengkapi dengan saluran pipa dan keran untuk mengalirkan hasil fermentasi.

Beberapa alat bantu lain yang digunakan antara lain bor listrik, mesin gerinda, serta beberapa sambungan pipa untuk memastikan aliran cairan berjalan lancar dan proses fermentasi berlangsung optimal.

Selain alat, sejumlah bahan tambahan alami digunakan sebagai aktivator untuk mempercepat proses fermentasi. Beberapa di antaranya adalah kunyit, jahe, laos, kencur, temulawak, dan sari tebu yang telah dihaluskan menjadi bubuk. Bahan-bahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bioaktivator, tetapi juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas pupuk dengan menambah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan urine ternak yang telah ditampung ke dalam drum, kemudian ditambahkan bahan-bahan alami tersebut.

Setelah semua tercampur rata, drum ditutup rapat agar proses fermentasi berlangsung optimal. Fermentasi umumnya memakan waktu antara 14 hingga 21 hari, tergantung pada kondisi lingkungan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hasil akhirnya adalah pupuk cair organik yang kaya akan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium, tiga unsur hara utama yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Kepala Desa Gedangan, Sukarno SE menyambut baik inovasi yang dihadirkan oleh para mahasiswa. Menurutnya, program ini tidak hanya bermanfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan lingkungan.

“Selama ini, urine ternak sering kali terbuang begitu saja dan menimbulkan bau tidak sedap. Dengan inovasi ini, limbah bisa diolah menjadi pupuk berkualitas yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa penggunaan pupuk cair organik dari urine ternak memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pupuk kimia. Selain lebih murah dan mudah dibuat, pupuk organik ini juga mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang serta aman bagi ekosistem.

Melalui pelatihan pembuatan pupuk cair organik ini, masyarakat Desa Gedangan diharapkan dapat menerapkannya secara mandiri. Program sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengetahuan akademik dan kebutuhan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan bagi pertanian desa. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu