
PWMU.CO – Universitas Muhammadiyah Gresik, kembali menggelar KKN yang merupakan agenda tahunan akademik. Dari banyaknya kecamatan yang berkolaborasi pada KKN kali ini, salah satunya adalah Desa Ngemboh Ujungpangkah.
Terletak di wilayah pesisir Kabupaten Gresik, yang kaya akan sumber daya alam laut, masyarakat desa Ngemboh menyambut antusias mahasiswa pada Jumat, (17/01/2025), saat pembukaan digelar di Balai Desa. Bagi Ana Mukhlisah SPd, kepala desa Ngemboh, kegiatan KKN ini menjadi momen penting bagi desa untuk menjalin sinergi dengan generasi muda yang penuh semangat dan ide-ide segar serta dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Saya harapkan kehadiran para mahasiswa dari UMG dalam kegiatan KKN selama satu bulan lebih ini, mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mereka untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat pedesaan” harapnya.
Haparan tersebut diamini oleh sejumlah tamu undangan yang hadir, diantaranya perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari warga setempat.
Rencananya, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang telah disusun selama 40 hari ke depan, seperti pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, hingga program diversifikasi pertanian dan perikanan. Setiap kegiatan telah dirancang untuk mendukung kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh Desa Ngemboh, warga pun turut bersemangat menyambut program-program ini, karena diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada di desa.
Kerjasama yang terjalin selama program KKN ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Ngemboh. Selain itu, bagi Dosen Pembembing Lapangan kelompok Desa Ngemboh, Dra. Eka Srirahayu A MPd, momen ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan gotong royong adalah kunci untuk mencapai kemajuan bersama.
“Semoga program KKN ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang nyata bagi semua pihak yang terlibat” ujar Dosen Prodi Gizi UMG tersebut.
Menurut ketua kelompok KKN di desa Ngemboh, Firman Sugi Darmawan, dari prodi Akuntansi, melimpahnya produk lokal di desa Ngemboh, seperti kerang hijau, kelor dan jeruk nipis, dapat menjadi prioritas program dari kelompok untuk dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi sesuatu produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Kami ingin membantu masyarakat memanfaatkan potensi yang ada di daerah mereka sendiri. Dengan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak” pungkasnya.
Penulis Alif Sulthon Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments