Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN UMG Perkenalkan Alat Sederhana Pembuat Briket Media Tanam dari Pipa dan Paku

Iklan Landscape Smamda
KKN UMG Perkenalkan Alat Sederhana Pembuat Briket Media Tanam dari Pipa dan Paku
KKN Kelompok 13 UMG Perkenalkan Alat Sederhana Pembuat Briket Media Tanam (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menghadirkan inovasi ramah lingkungan bagi warga Desa Klotok, Kecamatan Balongpanggang.

Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr Moh Agung Surianto MSM CSRS, mereka memperkenalkan alat sederhana untuk membuat briket media tanam dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh, yakni pipa ukuran 1 inci dan paku.

Pemilihan bahan sederhana ini bukan tanpa alasan. Menurut Anggita, salah satu mahasiswa KKN UMG, alat tersebut sengaja dirancang agar mudah dipraktikkan masyarakat.

“Kami membuatnya simpel, murah, dan bahan bisa ditemukan di sekitar rumah. Jadi, siapa saja bisa memproduksi briket sendiri,” ujarnya.

Briket media tanam merupakan bahan alternatif pengganti tanah yang dibuat dari limbah organik. Bentuknya padat, ringan, bersih, dan memiliki daya serap air yang baik. Dengan keunggulan tersebut, briket cocok digunakan untuk menanam sayuran, bunga, maupun tanaman hias di pot.

Inovasi ini direspons positif oleh warga. Karsini, salah seorang peserta praktik, mengaku senang.

“Alatnya sederhana, enggak perlu mesin mahal. Saya bisa bikin sendiri di rumah,” ungkapnya.

Selain ramah lingkungan, program ini diharapkan mampu memberi nilai tambah ekonomi. Limbah organik yang semula terbuang bisa diolah menjadi briket media tanam bernilai jual, terutama bagi penghobi tanaman hias dan petani kota.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Mahasiswa KKN UMG Perkenalkan Alat Sederhana Pembuat Briket Media Tanam dari Pipa dan Paku (Istimewa/PWMU.CO)
Mahasiswa KKN UMG Perkenalkan Alat Sederhana Pembuat Briket Media Tanam dari Pipa dan Paku (Istimewa/PWMU.CO)

Kepala Desa Klotok, Suheri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa.

“Kami sangat mendukung. Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bisa jadi sumber pendapatan baru untuk warga,” tuturnya.

Dengan adanya alat sederhana ini, masyarakat tidak hanya diajak peduli lingkungan, tetapi juga diberdayakan untuk memanfaatkan limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Kreativitas mahasiswa menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan biaya besar atau teknologi canggih. Justru dengan pendekatan sederhana, masyarakat bisa langsung menerapkan dan merasakan manfaatnya.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu