Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN Umla Bersama Disperindag dan Koko Nono Lanjutkan Inovasi Produk Olahan Lokal

Iklan Landscape Smamda
KKN Umla Bersama Disperindag dan Koko Nono Lanjutkan Inovasi Produk Olahan Lokal
KKN Umla Bersama Disperindag dan Koko Nono Lanjutkan Inovasi Produk Olahan Lokal. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pelatihan Pemberian dan Pelatihan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan (Pelatihan Sumber Daya Alam Lokal) yang digelar oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) di Desa Wonorejo, Kecamatan Sambeng, kembali berlanjut pada Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, serta menggandeng tim pemateri dari pelaku usaha lokal Koko Nono.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari lima desa di Kecamatan Sambeng, yaitu Wonorejo, Wudi, Pataan, Daliwangun, dan Kedungbanjar, berfokus pada praktik pembuatan produk pangan olahan berbasis bahan lokal, terutama jagung dan pisang.

Setelah pada hari pertama peserta berhasil membuat produk seperti kripik pisang dan cookies jagung, hari kedua pelatihan melahirkan inovasi baru dalam bentuk makanan ringan dan olahan siap saji.

Beberapa produk yang berhasil diciptakan dalam sesi hari kedua di antaranya adalah donat pisang, stik jagung, mie basah, dan brownis jagung.

Produk-produk ini dibuat dengan teknik yang mudah dan menggunakan peralatan yang bisa dijangkau oleh masyarakat desa, sehingga dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Salah satu anggota KKN Umla Desa Wonorejo, Annisa Nur, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memotivasi masyarakat agar mampu mengolah bahan baku pertanian menjadi produk bernilai jual.

“Dengan inovasi produk seperti ini, masyarakat tidak hanya menjual jagung atau pisang secara mentah, tapi juga dapat mengubahnya menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.

KKN Umla Bersama Disperindag dan Koko Nono Lanjutkan Inovasi Produk Olahan Lokal
Foto bersama mahasiswa KKN Umla dengan warga Desa Wonorejo. (Istimewa/PWMU.CO)

Sementara itu, tim pemateri dari Koko Nono turut memberikan pelatihan mengenai teknik penyimpanan, higienitas produk, dan cara pengemasan yang menarik agar siap bersaing di pasar lokal maupun digital. Para peserta juga dilatih untuk memahami proses produksi yang efisien namun tetap menjaga kualitas.

Perwakilan Disperindag Lamongan yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya pelatihan seperti ini dalam mendorong kemajuan IKM di tingkat desa.

“Dengan pelatihan langsung seperti ini, masyarakat bisa melihat potensi besar yang mereka miliki dan diharapkan mampu menjadi pelaku usaha mandiri di kemudian hari,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tetap tinggi, terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti seluruh sesi hingga selesai.

Kegiatan pelatihan ini akan berlanjut hingga 28 Agustus 2025, dan diharapkan mampu menciptakan lebih banyak produk inovatif yang berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu