Dalam semangat kebersamaan dan pengabdian, ratusan kader Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di lereng Gunung Pundak, Mojokerto, untuk mengikuti Apel Milad Kokam ke-60 Markas Wilayah Jawa Timur, Sabtu-Ahad (5-6/10/2025).
Acara yang digelar dengan penuh khidmat ini mengusung tema “Bersama Kokam Jawa Timur Mewujudkan Urusan Kemanusiaan, Kebencanaan, dan Ekologi.”
Apel Milad ke-60 ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader Kokam untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi sejak didirikan pada tahun 1965.
Memasuki usia enam dekade, Kokam terus meneguhkan perannya yang strategis sebagai garda terdepan dalam bidang kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pelestarian lingkungan.
Gunung Pundak dipilih sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki keindahan alam yang memukau, kawasan ini juga menjadi simbol dari semangat tangguh, disiplin, dan kesiapsiagaan kader Muhammadiyah dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Salah satu peserta yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Komandan Kokam Tanggulangin, Hilmi Rofi Dzakwan. Ia menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya yang mendalam karena kader terbaik Kokam Tanggulangin bisa ikut serta dalam apel besar tingkat wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga karena kader-kader terbaik dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tanggulangin dapat mengikuti Apel Milad Kokam ke-60 Markas Wilayah Jawa Timur ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ungkap Hilmi.
Menurutnya, keikutsertaan kader Tanggulangin tidak hanya sebatas hadir secara fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan, menolong sesama, dan menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Hilmi menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat mental, spiritual, dan solidaritas antar-kader. Ia berharap, generasi Kokam Tanggulangin ke depan mampu menjadi teladan dalam sikap, disiplin, dan kepedulian sosial.
“Harapan kami, semoga kader dan putra terbaik Tanggulangin dapat istikamah mengikuti kegiatan Kokam di mana pun dan kapan pun diadakan. Kami ingin Kokam di Tanggulangin menjadi contoh yang berkemajuan, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan tinggi,” harapnya.
Kegiatan apel yang berlangsung dua hari ini juga diisi dengan berbagai agenda kebersamaan, mulai dari apel utama, malam refleksi, doa bersama, hingga kegiatan pelestarian alam seperti penanaman pohon di sekitar Gunung Pundak.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Kokam tidak hanya hadir dalam konteks sosial, tetapi juga ekologis—menjadi pelopor dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Hilmi juga menilai bahwa semangat ekologis dalam kegiatan Kokam bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin yang menuntut umatnya untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT.
“Kokam bukan hanya barisan yang siap dalam kebencanaan, tetapi juga penjaga kehidupan. Kita ingin Kokam menjadi kekuatan moral dan sosial yang peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” tandasnya.
Enam puluh tahun perjalanan Kokam menjadi bukti nyata bahwa organisasi ini telah melahirkan banyak kader militan yang siap berkorban demi dakwah dan kemanusiaan. Dalam setiap bencana, Kokam selalu hadir paling depan, mulai dari banjir, gempa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Perayaan Milad kali ini juga menjadi momentum untuk menyatukan semangat lintas generasi. Para senior Kokam turut hadir memberikan motivasi kepada kader muda agar tetap menjaga ruh perjuangan dan disiplin organisasi. Nilai-nilai keikhlasan, keberanian, dan keteguhan menjadi warisan yang terus ditanamkan kepada generasi berikutnya.
Apel Milad Kokam ke-60 di Gunung Pundak Mojokerto ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan manifestasi nyata dari semangat jihad kemanusiaan. Di tengah tantangan zaman yang semakin berat, Kokam Jawa Timur, termasuk dari Tanggulangin, menunjukkan bahwa semangat kepedulian, kesiapsiagaan, dan cinta lingkungan tetap menyala.
Komandan Kokam Tanggulangin, Hilmi Rofi Dzakwan, menutup dengan doa dan harapan agar langkah perjuangan Kokam semakin kuat dan memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa.
“Semoga Kokam Tanggulangin dapat terus menjadi bagian dari barisan yang menjaga kemanusiaan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Kokam harus hadir dengan karya nyata dan menjadi cahaya bagi peradaban,” tutupnya.





0 Tanggapan
Empty Comments