Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Sar Kokam (5–7/9/2025) di SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Sidoarjo.
Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam upaya memperkuat barisan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) sebagai garda terdepan dalam mendukung pergerakan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat daerah hingga cabang.
Diklatsar kali ini diikuti oleh berbagai perwakilan Kokam dari cabang-cabang Pemuda Muhammadiyah di Sidoarjo, termasuk Kokam Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tanggulangin yang mengirimkan 11 anggotanya.
Kehadiran mereka menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dalam memperkokoh solidaritas kader Muhammadiyah yang berkomitmen terhadap dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Komitmen dan Harapan dari Kokam Tanggulangin
Komandan Kokam PCPM Tanggulangin, Hilmi Rofi Dzakwan, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi anggotanya dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kesempatan mengikuti diklat bukan hanya sekadar kegiatan pelatihan, melainkan juga momentum penting dalam meningkatkan kualitas kader Kokam agar semakin siap ketika dibutuhkan oleh persyarikatan.
“Saya merasa bangga karena Kokam Tanggulangin bisa hadir dan turut berperan dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kokam adalah bagian penting dari gerakan Muhammadiyah, dan kehadirannya selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas Muhammadiyah maupun Aisyiyah. Kokam harus siap dalam keadaan apapun ketika dipanggil untuk membantu,” ungkap Hilmi.
Ia menambahkan, keberadaan Kokam tidak hanya sebatas menjaga keamanan atau membantu teknis acara, melainkan juga sebagai simbol kesiapan dan ketangguhan kader muda Muhammadiyah dalam berkhidmat.
Harapannya, melalui kegiatan ini, Kokam Tanggulangin dapat terus berkembang, berdaya, serta berkontribusi lebih besar untuk masyarakat.
“Semoga Kokam di Sidoarjo, khususnya di Pimpinan Cabang Tanggulangin, bisa terus maju dan berperan aktif dalam setiap dinamika masyarakat. Kami ingin menjadikan Kokam sebagai pasukan yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang dalam ideologi dan militansi,” imbuhnya.
Sinergi Antar Tingkatan Kokam
Sementara itu, Ketua PDPM Sidoarjo, Alfarizi MPd, dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan Kokam Tanggulangin dalam kegiatan Diklatsar ini.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kokam di tingkat ranting, cabang, maupun daerah menjadi kunci penting dalam menjaga soliditas dan keberlangsungan gerakan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kokam dari berbagai cabang, termasuk Tanggulangin yang mengirimkan anggotanya. Kehadiran mereka semakin menegaskan bahwa Kokam adalah barisan yang solid dan memiliki komitmen tinggi untuk persyarikatan,” jelas Alfarizi.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya sebatas pelatihan fisik, tetapi juga wadah pembinaan ideologi dan penanaman nilai-nilai kebangsaan serta keislaman.
Dengan begitu, Kokam dapat menjalankan peran strategisnya di tengah masyarakat sebagai kader yang siap siaga, berdisiplin tinggi, dan memiliki jiwa pengabdian.
“Harapan kami, Kokam ke depan tetap mampu mempertahankan nilai-nilai pergerakan Muhammadiyah, menjaga nama baik persyarikatan, dan hadir sebagai pasukan yang tangguh dalam membela kebenaran. Kokam adalah aset berharga yang harus terus dibina agar mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Meneguhkan Nilai Pergerakan Muhammadiyah
Kegiatan Diklatsar yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya berfokus pada pembekalan teori, tetapi juga praktik lapangan yang menekankan aspek kedisiplinan, kerja sama, dan loyalitas terhadap persyarikatan.
Para peserta dibekali materi tentang sejarah dan peran Kokam, latihan fisik, simulasi kedaruratan, serta pemahaman ideologi Muhammadiyah.
Dengan materi yang komprehensif tersebut, diharapkan peserta Diklatsar mampu menjadi kader Kokam yang militan, profesional, serta siap mengabdi.
Nilai-nilai dasar seperti keberanian, keikhlasan, dan tanggung jawab terus ditanamkan agar menjadi karakter utama anggota Kokam dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Alfarizi menutup kegiatan dengan doa agar Kokam di seluruh tingkatan mampu menjaga konsistensi perjuangan dan tidak lelah mengawal nilai-nilai Muhammadiyah.
“Kami berharap Kokam tetap menjadi garda terdepan yang siap membela umat, bangsa, dan persyarikatan. Keberadaan Kokam harus selalu menjadi inspirasi bagi generasi muda Muhammadiyah,” pungkasnya.
Diklatsar Sar Kokam PDPM Sidoarjo 2025 ini menjadi bukti nyata semangat regenerasi dan pembinaan kader yang berkelanjutan.
Kokam, dengan segala kiprah dan perannya, diharapkan terus menjaga militansi dan pengabdian, sehingga senantiasa hadir sebagai pasukan yang siap siaga untuk Muhammadiyah, Aisyiyah, serta masyarakat luas.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments