Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kolaborasi Aksi Sosial IAI Lamongan, Forkom RS Muhammadiyah, dan Relawan Muhammadiyah Karangbinangun Tembus Banjir Bengawan Jero

Iklan Landscape Smamda
Kolaborasi Aksi Sosial IAI Lamongan, Forkom RS Muhammadiyah, dan Relawan Muhammadiyah Karangbinangun Tembus Banjir Bengawan Jero
Kolaborasi Aksi Sosial IAI Lamongan, Forkom RS Muhammadiyah, dan Relawan Muhammadiyah Karangbinangun Tembus Banjir Bengawan Jero. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Air sungai masih meluap ketika sebuah perahu kecil bergerak perlahan membelah genangan. Di kiri dan kanan, banjir menutup jalan desa, halaman rumah, hingga sisa-sisa aktivitas warga Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun. Tak ada akses kendaraan. Tak ada pilihan lain. Sungai menjadi satu-satunya jalur menuju warga yang terisolasi.

Di atas perahu sederhana itu, relawan Muhammadiyah Karangbinangun bersama Masyarakat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Lamongan dan Forum Komunikasi (Forkom) RS Muhammadiyah membawa lebih dari sekadar perlengkapan medis. Mereka membawa kepedulian, harapan, serta ikhtiar kemanusiaan untuk menjaga kesehatan warga yang berhari-hari hidup dalam genangan banjir Bengawan Jero.

Pada Sabtu, 31 Januari 2026, perjalanan menuju lokasi terdampak menjadi ujian tersendiri. Arus air yang belum sepenuhnya tenang, sisa material banjir yang hanyut, serta ruang gerak yang terbatas menuntut kehati-hatian ekstra. Namun, langkah kemanusiaan tak pernah menunggu kondisi benar-benar aman.

Sesampainya di Desa Ketapangtelu, relawan segera membuka layanan kesehatan darurat. Satu per satu warga berdatangan, menyampaikan keluhan pascabanjir: tubuh lemas, gatal-gatal pada kulit, hingga batuk yang tak kunjung reda. Lansia dan anak-anak menjadi perhatian utama dalam pelayanan tersebut.

Tak banyak kata yang terucap. Namun di balik pemeriksaan sederhana dan obat-obatan yang dibagikan, terselip kehadiran yang menenangkan. Warga merasakan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah berkepanjangan ini.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Lamongan, Zaenal Fanani, mengaku terharu dan bangga atas semangat para relawan yang berjibaku menembus medan banjir.

 “Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan yang benar-benar berdampak bagi sesama. Semoga kegiatan seperti ini mampu menularkan spirit perjuangan dan kepedulian sosial kepada organisasi profesi lainnya,” ujarnya.

Bagi warga setempat, kehadiran relawan bukan sekadar layanan medis. Ia menjadi penguat batin di tengah situasi sulit. Senyum, sapaan hangat, serta kesediaan mendengarkan keluhan menjadi bagian tak terpisahkan dari pelayanan kemanusiaan hari itu.

Hal senada disampaikan Tohari, Ketua Ranting Muhammadiyah Ketapangtelu.

 “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Relawan Muhammadiyah Cabang Karangbinangun yang telah berinisiatif melibatkan IAI Cabang Lamongan dan Forkom RS Muhammadiyah. Desa kami yang sudah lebih dari sebulan terendam banjir akhirnya mendapatkan perhatian dan pengobatan gratis,” ungkapnya.

Aksi kolaboratif ini mencerminkan semangat fastabiqul khairat yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah, bersama IAI Cabang Lamongan dan Forkom RS Muhammadiyah. Hadir di saat masyarakat membutuhkan, meski harus berjibaku dengan keterbatasan medan dan risiko perjalanan.

Lebih dari sekadar aksi sosial, kegiatan ini menjadi potret nyata gerakan kemanusiaan yang hadir bukan hanya saat keadaan mudah, tetapi justru ketika akses terputus dan harapan terasa rapuh. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu