Menjelang Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia meluncurkan sebuah program bantuan dana pendidikan bagi 500 mahasiswa aktif di seluruh Indonesia.
Program ini dikelola Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA) dan menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses dan kualitas pendidikan tinggi, sekaligus sebagai wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam mendukung generasi muda bangsa yang cerdas, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.
Landasan program bantuan pendidikan
Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar dan tertua di Indonesia, Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam bidang dakwah dan sosial, tetapi juga pendidikan.
Muhammadiyah mengambil peran sebagai pelopor pendirian sekolah dan perguruan tinggi yang berkualitas di Indonesia.
Melalui berbagai lembaga pendidikan yang tersebar, Persyarikatan Muhammadiyah membantu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah.
Bantuan dana pendidikan ini hadir di tengah banyaknya mahasiswa berbakat dari berbagai jenjang pendidikan (S1, S2 dan S3) yang menghadapi kendala finansial dalam menyelesaikan studi.
Melalui dukungan dana ini, mereka dapat lebih fokus dan termotivasi untuk menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas tanpa harus terbebani masalah ekonomi.
Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA)
MSA adalah lembaga yang dibentuk PP Muhammadiyah untuk mengelola dan menyalurkan program beasiswa secara profesional, transparan, efektif, dan berkelanjutan.
MSA berperan penting dalam mencetak SDM unggul dan berdaya saing, tidak hanya untuk kader Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat luas yang berpotensi.
Fokus utama MSA adalah pemberian beasiswa sebagai bagian dari kaderisasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan kompeten.
Melalui sistem pengelolaan terintegrasi, MSA bertujuan mengatasi tantangan seperti ketimpangan distribusi beasiswa.
Dukungan dari berbagai mitra, termasuk lembaga keuangan syariah seperti Bank Aladin Syariah, memperkuat visi MSA dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di Indonesia.
BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat nasional. Tugas utamanya adalah menghimpun dan menyalurkan dana sosial keagamaan tersebut secara profesional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program bantuan pendidikan.
Dalam kolaborasi ini, BAZNAS mengalokasikan dana zakat untuk membantu mahasiswa yang kesulitan ekonomi. Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi BAZNAS untuk menciptakan SDM berkualitas dan memperkuat pembangunan bangsa melalui pendidikan.
Sinergi strategis PPM dan BAZNAS
Kolaborasi antara PP Muhammadiyah dan BAZNAS ini menandai sinergi dua lembaga besar dengan visi yang sama: membangun SDM unggul untuk kemajuan bangsa.
Pada peluncuran program yang digelar daring pada 25 September 2025, kedua lembaga menegaskan komitmen untuk terus bersinergi, khususnya di bidang pendidikan.
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, mengapresiasi langkah ini sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah dalam menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia.
“Banyak anak bangsa berpotensi besar, namun terhambat biaya. Melalui bantuan ini, kami ingin membuka jalan agar mereka tetap bisa menuntut ilmu,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan agar mahasiswa dari berbagai latar belakang memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi.
Senada dengan itu, Direktur MSA, Ahmad Romadhoni, menjelaskan bahwa meskipun bukan beasiswa penuh, bantuan dana ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan akademik dan studi sehari-hari mahasiswa.
Tujuannya agar mahasiswa dapat tetap fokus dan optimal dalam menuntut ilmu.
Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menambahkan bahwa ini adalah tahun kedua kolaborasi BAZNAS dan PP Muhammadiyah dalam bantuan pendidikan.
Target bantuan diberikan kepada 500 mahasiswa, dengan rincian 200 mahasiswa S1, 100 mahasiswa S2, dan 200 mahasiswa S3.
Ahmad Fikri mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu secara material, tetapi juga memperkuat pembinaan dan kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah di masa depan melalui pendidikan berkualitas.
Dampak dan harapan: Bersama membangun generasi unggul
Program ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas bagi mahasiswa yang berjuang menyelesaikan studi tanpa terbebani masalah ekonomi. Secara menyeluruh, inisiatif ini memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berkarakter. Berbekal ilmu dan moral yang kuat, generasi penerus diharapkan menjadi agen perubahan dan pelopor kemajuan masyarakat.
Bagi penulis pribadi, yang pernah merasakan manfaat beasiswa, program semacam ini sangat berarti bagi mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah untuk tetap bisa melanjutkan kuliah.
Kehadiran program ini menjadi motivasi besar bagi calon mahasiswa atau mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi agar tidak kehilangan harapan akibat keterbatasan biaya. Lebih dari itu, program ini memacu semangat berprestasi dan membangun keyakinan bahwa pendidikan berkualitas terbuka bagi siapapun, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Inilah wujud nyata dukungan Muhammadiyah dalam menyiapkan SDM unggul demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Terus membangun komitmen pendidikan
Muhammadiyah terus berinovasi dan berkiprah, terutama di bidang pendidikan sebagai modal utama pembangunan bangsa.
Program ini tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak SDM unggul yang akan berkontribusi bagi bangsa.
Peluncuran program bantuan dana pendidikan bagi 500 mahasiswa ini adalah bukti kesungguhan Persyarikatan dalam mendukung kemajuan dan pemerataan pendidikan tinggi.
Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, Muhammadiyah menunjukkan bahwa aktivitas sosial dan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kualitas SDM. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat yang semakin luas, dan menjadi inspirasi untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan secara berkelanjutan.***






0 Tanggapan
Empty Comments