Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kali ini, UMLA bekerja sama dengan UMKM DM Seafood di Kelurahan Blimbing, Kabupaten Lamongan, dalam program pelatihan bertema Manajemen Produksi Berbasis Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Usaha Pesisir yang Lestari dan Kompetitif.
Kegiatan ini dilaksanakan pada (1/11/2025) di Gedung Pertemuan KPUD Minatani Brondong, Lamongan, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Kemitraan Masyarakat) Tahun Anggaran 2025.
Ketua Tim PKM UMLA, Suyitno, S.E., M.M., bersama pemilik DM Seafood, Dimas Agil Saputra, menggagas pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan pemilik dan karyawan UMKM dalam mengelola produksi yang efisien dan ramah lingkungan. Sebanyak sepuluh peserta yang terdiri atas pemilik dan karyawan DM Seafood turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pembangunan Ekonomi
Menurut Suyitno, pemberdayaan UMKM pesisir melalui pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Kami percaya, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari kualitas produknya, tetapi juga dari bagaimana proses produksinya dijalankan secara bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang inovasi baru bagi pelaku usaha lokal. Materi pelatihan mencakup pengelolaan limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, hingga strategi peningkatan efisiensi produksi tanpa merusak alam.
Pemilik DM Seafood, Dimas Agil Saputra, mengapresiasi dukungan yang diberikan UMLA dan kementerian.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi kami untuk meningkatkan kualitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang berkembang,” tuturnya.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti sesi praktik langsung di lini produksi DM Seafood. Mereka belajar mengidentifikasi dampak lingkungan dari aktivitas produksi, menerapkan langkah mitigasi, serta memanfaatkan teknologi untuk mengurangi limbah dan mengoptimalkan hasil.
Suyitno berharap, ilmu yang diperoleh peserta dapat segera diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
“Dengan penguatan kapasitas UMKM seperti DM Seafood, sektor usaha pesisir Lamongan diharapkan dapat tumbuh lebih kompetitif dan berdaya saing global,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Stakeholder berharap program serupa dapat diperluas ke UMKM lain di wilayah pesisir, sehingga tercipta ekosistem usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan.
Program PKM ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments