Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konflik Memuncak: Israel Gempur Iran, Balasan Drone Mengudara

Iklan Landscape Smamda
Konflik Memuncak: Israel Gempur Iran, Balasan Drone Mengudara
pwmu.co -
Serangan Israel membawa kerusakan di beberapa kota di Iran (Sindo News)

PWMU.CO – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Pada Jumat (13/6/2025), Israel resmi meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran yang diberi nama Operasi Singa Bangkit. Dilansir dari Tempo, serangan ini melibatkan sekitar 200 jet tempur dan sejumlah besar drone yang menyasar ratusan fasilitas militer dan nuklir di berbagai wilayah Iran.

Tak hanya itu, Israel juga dikabarkan menargetkan para petinggi militer dan ilmuwan yang terlibat dalam program nuklir Iran. Langkah agresif ini sontak memicu respons keras dari Teheran.

Balasan Iran: Drone dan Rudal Balistik

Sebagai bentuk pembalasan awal, Iran meluncurkan lebih dari 100 drone bersenjata ke arah target-target strategis. Namun, para analis menyebut serangan ini kemungkinan baru awal dari rangkaian balasan yang lebih besar.

Lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Iran akan mengombinasikan gelombang serangan drone dengan rudal balistik dan jelajah dalam beberapa pekan ke depan. Perkiraan ini merujuk pada pola-pola serangan Iran sebelumnya.

Pada 2019, milisi dukungan Iran pernah menyerang fasilitas minyak Arab Saudi dengan 10 drone dan rudal dari Yaman. Kemudian pada Januari 2020, Iran meluncurkan serangan besar ke dua pangkalan militer AS di Irak dalam Operasi Martir Soleimani. Serangan menggunakan rudal balistik dan drone itu diluncurkan langsung dari wilayah Iran.

Situasi memanas kembali pada April 2024, ketika Iran membalas pengeboman Kedutaan Besarnya di Damaskus dengan meluncurkan 170 drone, 30 rudal jelajah, dan 120 rudal balistik ke Israel.

“Para pemimpin Iran kini tengah mengukur efektivitas sistem pertahanan udara Israel dalam menangkis gelombang serangan mereka,” ujar CSIS dalam laporannya.

Siapa Lebih Kuat?

Dalam hal jumlah personel, Iran unggul secara signifikan. Negeri itu memiliki sekitar 600 ribu tentara aktif dan 350 ribu cadangan, dengan wajib militer bagi pria dewasa. Mereka juga mengandalkan kekuatan Garda Revolusi dan pasukan elit Quds, serta jaringan milisi proksi seperti Hizbullah dan Hamas—meski sebagian telah dilemahkan operasi militer AS-Israel dalam setahun terakhir.

Sementara Israel memiliki 170 ribu pasukan aktif dan 465 ribu cadangan. Meski secara kuantitas lebih kecil, pasukan Israel dikenal memiliki keunggulan teknologi dan efisiensi tempur yang tinggi.

Di darat, Iran mengoperasikan lebih dari 10.500 tank dan 7.000 unit artileri, jauh lebih banyak dibandingkan Israel yang hanya memiliki 400 tank dan 530 artileri. Namun, angkatan udara Israel unggul secara teknologi, dengan 345 jet tempur dan 43 helikopter serang, berbanding 312 pesawat tempur milik Iran.

Di laut, Iran mengandalkan 17 kapal selam dan armada kapal patroli. Sementara Israel memiliki lima kapal selam dan 49 kapal patroli yang dilengkapi teknologi deteksi canggih.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Duel Rudal dan Sistem Pertahanan

Iran dikenal memiliki gudang rudal balistik terbesar di Timur Tengah. Jangkauan rudalnya mencapai 2.000 km, cukup untuk menyerang Tel Aviv. Salah satu rudal terbaru, Fattah-1, berjenis hipersonik dan mampu bermanuver di udara sehingga menyulitkan sistem pertahanan untuk mencegatnya.

Di sisi lain, Israel memiliki rudal Jericho-3 dengan jangkauan hingga 6.500 km. Untuk pertahanan udara, negeri itu mengandalkan tiga lapis sistem: Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow, yang selama ini terbukti efektif menghadang serangan udara.

Iran pun memiliki sistem pertahanan dalam negeri seperti Bavar-373 dan radar inframerah Azarakhsh, meski efektivitasnya belum sebanding dengan milik Israel.

Ancaman Nuklir: Iran Semakin Dekat

Meskipun belum memiliki senjata nuklir, program nuklir Iran terus menjadi sorotan. Laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebutkan bahwa pengayaan uranium Iran telah mencapai 60 persen—hanya selangkah lagi dari level senjata, yaitu 90 persen.

Per Mei 2025, Iran diketahui menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang sudah diperkaya hingga level 60 persen. Menurut Institute for Science and International Safety di Washington, jumlah ini sudah cukup untuk membuat hingga sembilan hulu ledak nuklir jika dimodifikasi.

Israel memperingatkan bahwa Iran tengah berada di ambang senjatanisasi, atau proses membangun senjata nuklir secara penuh.

Situasi Masih Sangat Dinamis

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa eskalasi akan mereda. Kedua negara berada di jalur konfrontasi terbuka yang belum pernah terjadi sejak puluhan tahun terakhir. Dunia pun kini menanti, apakah konflik ini akan tetap berskala regional atau melebar menjadi krisis global. (*)

Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu