Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konjen Aussie Datang Lagi Kongkretkan Kerja Sama Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Aan/pwmu.co
Saad Ibrahim menerima Konjen Chris Barnes dan Direktur AII Greg Fealy

PWMU.CO – Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya Chris Barnes kembali ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Jl Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Selasa (8/5/2018).

Kali ini Konjen Chris Barnes datang bersama rombongan dari Austalia Institute Indonesia (AII) dengan direkturnya Prof Greg Fealy.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh para pimpinan Muhammadiyah Jatim seperti Ketua Dr HM Saad Ibrahim, wakil ketua Prof Achmad Jainuri dan Nadjib Hamid MSi.

“Kami senang bisa bertemu dan berdiskusi dengan jajaran pimpinan Muhammadiyah Jatim,” kata Ketua Associate AII Prof Greg Fealy mengawali pembicaraan.

Greg kemudian menjelaskan tujuan kedatangannya ingin membangun hubungan kerja sama dengan Muhammadiyah.

Disebutkan, lembaganya, AII, fokus bergerak pada ranah pengembangan pendidikan, studi budaya maupun agama.

Karenanya, lanjut dia, telah mengirim pemuda muslim Indonesia ke Australia untuk studi budaya dan agama. Selain itu, pihaknya juga melibatkan Ormas Islam untuk memperbaiki citra Islam di Australia.

“Masih banyak warga kami yang mengaitkan Islam dengan Timur Tengah maupun Islam dengan tindak kekerasan. Karena itu kami ingin mengubah pandangan itu ,” katanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Greg menyatakan, telah banyak mendengar tentang keberhasilan Muhammadiyah. “Yang saya tahu, manajemen Muhammadiyah itu terkenal efisien dan sangat bersih,” tuturnya.

Sementara Ketua PWM Jatim Dr  Saad Ibrahim menyampaikan, ada kesamaan apa yang dilakukan oleh Muhammaiyah dengan AII ini.

Saad memaparkan, Muhammadiyah Jatim memiliki ribuan lembaga pendidikan, enam universitas, ratusan rumah sakit, panti asuhan dan satu perusahaan serta lainnya.

“Karenanya, setelah pertemuan ini, kami berharap bisa mengkonkritkan bentuk kerja samanya seperti apa. Tentunya follow up pertemuan selanjutnya,” urainya.

Saad menegaskan, Muhammadiyah sanggat terbuka dengan lembaga manapun yang ingin bekerja sama. Dicontohkan di Papua dan NTT misalnya, lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak hanya menerima umat Islam saja.

“Justu banyak siswa yang beragama Nasrani yang bersekolah di sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.(Aan)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu