
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan menggelar Konferensi Pimpinan Daerah (Konpida) dengan tema “Manifesto Pelajar Cendekia: Akselerasi Strategi Gerakan Berdampak dan Berkemajuan”, Jumat (30/5/2025) hingga Minggu (1/6/2025)
Tema ini dimaknai sebagai upaya percepatan dalam menghadirkan gerakan yang berdampak dan berkelanjutan, sebagai manifestasi dari pilar-pilar Pelajar Cendekia IPM Lamongan.
“Kami memaknai tema ini sebagai harapan untuk mempercepat upaya menghadirkan gerakan yang berdampak dan berkelanjutan, sebagai manifesto pilar-pilar Pelajar Cendekia IPM Lamongan,” ujar Ketua Umum PD IPM Lamongan, Dimas Julian Arman.
Dimas Julian juga menekankan bahwa IPM Lamongan saat ini telah memasuki fase next level dalam hal belajar, membaca, menghafal, memahami, serta mempraktikkan atau mengimplementasikan ilmu.
“Hingga hari ini, kita sudah harus berada di level berikutnya. Dalam hal belajar, membaca, menghafal, memahami, dan mempraktikkan atau mengimplementasikan, saya kira IPM Lamongan saat ini sudah berada pada fase di mana kita harus benar-benar mempraktikkan semua itu,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa salah satu fokus utama PD IPM Lamongan adalah pembentukan badan inkubasi keilmuan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tujuannya adalah agar kader-kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitasnya di luar kelas.
Menurutnya, konsep “Pelajar Cendekia” telah dirumuskan dalam bentuk draf yang dirancang untuk digunakan selama lima tahun ke depan dan dapat direvisi pada periode selanjutnya.
“Draf tersebut memuat beberapa metode analisis, dengan menggabungkan pendekatan ToC dan AI, serta berisi rencana strategis untuk pengembangan potensi pelajar,” imbuhnya.
Dimas berharap hasil analisis pada periode ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh kepemimpinan IPM selanjutnya.
“Komisi-komisi dalam Konpida akan membahas berbagai kebijakan Pimpinan Daerah untuk setengah periode ke depan, serta merumuskan kriteria pimpinan daerah, termasuk Ketua Umum Formatur dan struktur kepemimpinan secara keseluruhan untuk periode selanjutnya,” jelasnya.
Dimas juga mengakui bahwa IPM Lamongan masih memiliki banyak kekurangan dan beberapa ekspektasi yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Namun, ia memastikan bahwa seluruh jajaran struktural IPM Lamongan terus berupaya memikirkan langkah-langkah untuk mengaktifkan serta memajukan pimpinan cabang dan ranting di seluruh Kabupaten Lamongan.
“Monitoring dan mentoring terhadap pimpinan di berbagai tingkatan dilakukan dua kali setiap bulan, dengan harapan agar IPM Lamongan dapat berjalan secara stabil dan progresif,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Dimas Julian juga menyampaikan pesan penting mengenai nilai-nilai dasar. Ia mengingatkan bahwa ketika dihadapkan pada kebingungan arah gerak, seluruh pimpinan dan jajaran struktural hendaknya senantiasa menjaga shalat lima waktu.
“Shalat lima waktu jangan sampai ditinggalkan, karena para kader IPM dikenal sebagai kader terbaik dalam hal ibadah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip 3T, yaitu tertib ibadah, tertib belajar, dan tertib organisasi sebagai nilai-nilai yang harus diamalkan dan dijaga.
“Terutama shalat lima waktu, yang menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas ibadah, menjaga hubungan baik antarmanusia, serta membentuk kepribadian yang unggul,” pungkasnya. (*)
Penulis Eka Julia Rohmawati Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments