Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KONPIDA IPM Magetan Jadi Titik Singgah, Ini Pesan Penting Ketua Umum PW IPM Jatim

Iklan Landscape Smamda
KONPIDA IPM Magetan Jadi Titik Singgah, Ini Pesan Penting Ketua Umum PW IPM Jatim
pwmu.co -
Ketua PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana. (Istimewa/PWMU.CO)
Ketua PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO — Dunia organisasi hari ini sedang bergerak secara cepat. Bukan lagi tentang ruang mengisi waktu luang, tapi telah menjadi ruang gelisah, tumbuh dan gerak. Sebuah pergerakan anak muda yang sadar akan perubahan zaman, di tengah arus digital dan kompleksitas sosial. Sehingga timbul pertanyaan: seperti apa wajah kepemimpinan pelajar yang relevan hari ini?

Pertanyaan itulah yang mendasari sambutan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur dalam pembukaan Konferensi Pimpinan Daerah (KONPIDA) IPM Magetan, yang diselenggarakan di SMP Muhammadiyah 1 Magetan, pada (21/06/2025).

Dalam sambutannya, Hengki Pradana menekankan tiga fondasi penting yang harus dimiliki pemimpin IPM di masa kini, yakni: ide, teladan, dan skill.

“IPM hari ini adalah kapal yang sedang berlayar. KONPIDA adalah momen singgah kita untuk melihat ulang arah, kita evaluasi kompas, kita periksa kekuatan layar selama 1 tahun terakhir,” ucapnya.

Pentingnya Keteladanan dan Kepemimpinan

Baginya, supaya IPM tetap eksis, maka yang dibutuhkan bukan lagi sebatas kegiatan, tetapi gagasan yang hidup. Ia mengangkat pemikiran Yuval Noah Harari tentang kekuatan fiksi atau narasi bersama yakni visi, nilai, dan keyakinan kolektif yang menyatukan langkah organisasi. Dengan dukungan teknologi dan gagasan IPM bisa tersebar luas dan menginspirasi para pelajar dan masyarakat.

Namun, gagasan saja tidak cukup. Ia menegaskan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Di era yang serba transparan, krisis kepercayaan kerap lahir bukan karena kurangnya ide, tapi karena hilangnya contoh nyata.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Pemimpin yang tidak memberi keteladan yang baik, maka tidak akan ada yang namanya kepercayaan. Dan kepercayaan tidak dibangun dengan hanya perintah, tapi dengan integritas,” tegasnya.

Terakhir, ia mengajak peserta untuk refleksi, sudahkah kita memiliki skill yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman? Dalam menyambut bonus demografi, IPM harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup dan menjadi tempat yang bisa mengasah berpikir kritis, kolaborasi, dan adaptasi.

“KONPIDA bukan sekadar agenda rutin. Ini momen mempersiapkan ulang arah gerak kita. Dengan ide yang tajam, teladan yang kuat, dan skill yang relevan, IPM Magetan akan siap menghadapi tantangan zaman dan tetap eksis di masa depan,” tutupnya. (*)

Penulis Nizar Syahroni Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu