Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konpida IPM Nganjuk 2025: Dari Kreasi Gagasan Menuju Gerak Perubahan

Iklan Landscape Smamda
Konpida IPM Nganjuk 2025: Dari Kreasi Gagasan Menuju Gerak Perubahan
Konpida IPM Nganjuk 2025 dari kreasi gagasan menuju gerak perubahan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Konferensi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (KONPIDA IPM) Kabupaten Nganjuk resmi dibuka di SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 74 peserta dari berbagai cabang IPM se-Kabupaten Nganjuk.

Tema besar yang diangkat kali ini adalah Jejak Budaya, Cakrawala Intelektual:  Kader Berkarakter, Berdampak, Berkelanjutan. Sejak awal acara, suasana langsung terasa antusias dan penuh semangat.

Hal ini bukan hanya karena forum ini merupakan ajang pengambilan keputusan organisasi, tetapi juga karena suasananya yang hangat sebagai tempat bertemunya ide, bertukarnya gagasan, dan dirayakannya semangat perjuangan. Mengutip penggalan lirik Sheila on 7 yang disampaikan Ketua PW IPM Jawa Timur, Hengki Pradana, “takkan ku biarkan ku menangis, ku terkikis.” Bukan sekadar romantisme lagu, melainkan pengingat bahwa setiap langkah juang layak disyukuri.

Hengki menegaskan bahwa KONPIDA bukan sekadar agenda rutin yang datang dan pergi, tetapi sebuah seruan sekaligus harapan. Dengan membawa nilai-nilai wathaniyah (cinta tanah air), basyiriyah (membawa kabar gembira), dan ukhuwah (persaudaraan) menjadi pijakan kokoh, dipadukan dengan misi membentuk pelajar berkarakter kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa nilai keislaman dan kemuhammadiyahan bukan sekadar tempelan, melainkan jiwa yang mengalir dalam setiap langkah kader. Mulai dari sikap sehari-hari, cara mengambil kebijakan, hingga bagaimana kader IPM Nganjuk bersosialisasi di tengah masyarakat, semuanya mencerminkan identitas tersebut. Pelajar diajak untuk menajamkan kepekaan sosial, mengenali potensi diri, dan memperluas jaringan.

Era Disrupsi

Di tengah era disrupsi dan derasnya arus digitalisasi, Hengki menekankan bahwa menjadi pelajar utuh berarti memadukan tiga hal yakni, ilmu yang mumpuni, akhlak yang mulia, dan gagasan yang segar.

“Ketahanan diri adalah kunci. Kalau tidak, kita akan hanyut,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, kepemimpinan saat ini membutuhkan kekuatan dalam menghadapi perubahan, tetapi tetap berakar pada nilai.

Hengki juga menyoroti krisis keteladanan yang kini terasa di banyak ruang. Di sinilah setiap kader ditantang untuk menjadi uswatun hasanah teladan yang hidup yang menginspirasi tanpa harus banyak berkata-kata. Potensi yang ada, katanya, harus disalurkan untuk kepentingan bersama, bukan hanya untuk pencapaian pribadi.

Bagi Hengki, kepemimpinan adalah seni mengelola konflik dengan bijak. membuka ruang dialog hati ke hati, menjaga ketegasan tanpa menimbulkan gesekan yang merugikan.

KONPIDA IPM Nganjuk 2025 akhirnya bukan hanya menjadi forum musyawarah, melainkan titik temu antara jejak budaya dan cakrawala intelektual tempat para kader ditempa menjadi pelajar berkarakter, berdampak, dan siap melanjutkan nilai perjuangan ke masa depan. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu