Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional.
Tahun ini, Umsida berhasil mempertahankan predikat Unggul dalam Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2025 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktisaintek).
Capaian tersebut menempatkan Umsida di Klaster 1, yakni kategori tertinggi dalam pemeringkatan nasional yang menilai kualitas tata kelola kemahasiswaan, prestasi mahasiswa, dan efektivitas sistem pembinaan di perguruan tinggi.
Capaian untuk Mahasiswa dan Kampus
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Umsida, Arif Senja Fitrani, M.Kom, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas prestasi tersebut.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja keras mahasiswa dan Umsida. Capaian ini berasal dari mahasiswa dan diperuntukkan bagi mahasiswa,” ujarnya.
Arif menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang dan berkelanjutan. Keberhasilan ini merupakan buah dari pembentukan kultur positif yang terus tumbuh di lingkungan kampus.
“Ini merupakan rangkaian besar yang tidak instan. Kami berusaha cermat dan detail dalam setiap aktivitas, bahkan dalam kegiatan berskala kecil, agar tercipta habit dan atmosfer yang sehat. Semua itu dibalut dengan prinsip egaliter di semua lini,” jelasnya.
Menurutnya, predikat Unggul bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata keberhasilan Umsida dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang aktif dan produktif.
“Kami percaya hasil terbaik hanya bisa dicapai jika semua pihak berperan secara adil dan saling mendukung. Prinsip egaliter menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya kolaborasi antara dosen, lembaga, dan mahasiswa,” tambahnya.
Atmosfer Organik dan Peran Mahasiswa
Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa kekuatan utama Umsida dalam meraih predikat Unggul adalah atmosfer organik kemahasiswaan yang telah terbentuk kuat.
Dosen Prodi Informatika itu menyebut bahwa mahasiswa kini memiliki kesadaran tinggi untuk menjalankan amanah organisasi dan berprestasi tanpa dorongan eksternal.
“Sudah terbentuk atmosfer yang sehat, di mana setiap aktivitas ormawa dijalankan bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab. Ini amanah yang dijalankan dengan penuh kesadaran,” ungkapnya.
Arif menilai capaian ini sepenuhnya merupakan hasil kerja keras mahasiswa.
“Capaian ini adalah milik rekan-rekan mahasiswa. Mereka yang menjalankan berbagai program, kegiatan, dan prestasi yang membawa nama baik Umsida,” terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa status Unggul tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Namun, keberhasilan mempertahankan posisi tertinggi justru menunjukkan stabilitas dan konsistensi kinerja kemahasiswaan Umsida.
“Secara status, posisi kami tetap di level tertinggi. Tahun ini dan tahun sebelumnya sama-sama Unggul. Ini menunjukkan bahwa Umsida mampu menjaga kualitas terbaiknya,” ujarnya.
Komitmen dan Keberlanjutan Program
Arif menegaskan bahwa mempertahankan predikat Unggul tidak berarti berhenti berinovasi. Sebaliknya, DKA terus memperkuat sistem pembinaan dan pendampingan mahasiswa.
“Ini capaian tertinggi, dan tentu harus dipertahankan. Prinsip-prinsip seperti kecermatan, konsistensi, dan egaliter menjadi modal utama kami untuk terus melangkah,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa DKA berperan sebagai fasilitator administratif sekaligus pembina mahasiswa.
“Kami di DKA lebih banyak berperan dalam hal administratif dan pembinaan. Program-program kemahasiswaan sepenuhnya diinisiasi dan dijalankan oleh mahasiswa, terutama ormawa,” paparnya.
Arif berharap capaian ini menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa Umsida untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi. Mahasiswa bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga motor penggerak perubahan. Melalui kreativitas, kompetisi, dan kolaborasi, kita bisa menjaga bahkan meningkatkan capaian ini ke depannya,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments