Suasana haru dan bangga menyelimuti kontingen SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik. Setelah berjuang keras dalam ajang bergengsi Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) 8 di Makassar, para siswa tidak langsung pulang.
Mereka merangkai kenangan dengan melakukan education trip menyusuri jejak sejarah dan keindahan Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut pada akhir pekan lalu, Minggu (15/02/2026).
Sebanyak 30 siswa dan 10 guru pendamping mengunjungi empat lokasi ikonik yang masing-masing menawarkan nilai edukasi dan visual yang luar biasa.
Masjid 99 Kubah, Pesona Kemegahan Arsitektur di Atas Laut
Bukan sekadar tempat ibadah, masjid hasil karya Ridwan Kamil ini menjadi pusat perhatian siswa karena keunikan arsitekturnya.
Dengan puluhan kubah berwarna cerah yang bertumpuk, masjid ini berdiri megah di kawasan reklamasi Center Point of Indonesia (CPI).
Para siswa belajar mengenai filosofi Asmaul Husna yang direpresentasikan melalui jumlah kubahnya. Tak lupa rombongan SDMM juga menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah disana.
Berlokasi di kawasan yang sama dengan Masjid 99 Kubah, para siswa berfoto di depan tulisan raksasa “Makassar“. Lokasi ini memberikan wawasan tentang transformasi Makassar menjadi kota metropolitan modern tanpa meninggalkan identitas maritimnya.
Belum sah ke Makassar jika belum menghirup udara Pantai Losari. Di sini, rombongan SDMM menikmati pemandangan laut lepas sambil mengamati aktivitas ekonomi kreatif di sepanjang anjungan.
Losari memberikan pelajaran tentang pentingnya ruang publik yang inklusif bagi sebuah kota.
Sebagai penutup, Jalan Somba Opu menjadi destinasi untuk mengenal kearifan lokal. Mulai dari minyak kayu putih asli, kerajinan perak, hingga penganan khas seperti Markisa, Barongko, Jalangkote dan Mantao.
Di sini, para siswa belajar tentang ekonomi kerakyatan dan ragam budaya Sulawesi Selatan melalui cinderamata.
“Perjalanan ini membuktikan bahwa belajar tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas atau arena lomba, tapi juga melalui interaksi langsung dengan budaya dan lingkungan baru ujar Rudi Purnawan, M.Pd. selaku Penanggung Jawab Bina Prestasi SDMM.
Harapan dari Jejak Langkah di Kota Daeng
Rangkaian education trip ini bukan sekadar perjalanan destinasi wisata biasa. Pihak sekolah berharap pengalaman ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para siswa, di antaranya, penguatan karakter dan kemandirian.
Melalui perjalanan jauh ini, harapannya siswa semakin mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang dinamis.
Namun, sekaligus mengembangkan wawasan kebangsaan yang luas. Dengan melihat langsung kemegahan Masjid 99 Kubah dan sejarah Pantai Losari, tumbuh rasa cinta tanah air dan kebanggaan akan kekayaan budaya serta arsitektur Indonesia.
Tidak hanya itu, harapannya siswa memiliki keseimbangan antara akademik dan spiritual. Terlepas dari keberhasilan membawa pulang 12 medali adalah prestasi intelektual, kunjungan ke tempat-tempat ikonik ini bertujuan menyeimbangkan sisi emosional dan sosial siswa agar tetap rendah hati meski telah menjadi juara.
Dan tak lupa menggali inspirasi masa depan. Dengan melihat kemajuan kota Makassar ini, semoga dapat memantik imajinasi siswa untuk bermimpi lebih tinggi, menjadi inovator yang kelak akan membangun daerahnya masing-masing dengan semangat yang sama seperti para pejuang ilmu di OlympicAD 8.
Ketua Majelis Dikdasmen PRM PPI, Ir H Hon Jaelani yang juga turut serta membersamai sejak awal keberangkatan menyampaikan harapannya.
“Kami berharap para siswa pulang ke Gresik tidak hanya membawa medali emas, perak dan perunggu di tangan mereka. Tetapi juga membawa ‘emas’ dalam bentuk pengalaman, wawasan, dan kenangan indah yang akan menjadi bekal karakter mereka di masa depan” terangnya.






0 Tanggapan
Empty Comments