Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung sukses menggelar Kopdar #2 yang dikemas dalam bentuk seminar bertema “Jurus Membuat Proposal Bisnis yang Memikat Investor” pada Kamis (28/8/2025).
Acara ini menghadirkan Founder Pecah Telur, Agung Hartadi dan Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung sekaligus Direktur Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya Madinah, Nur Syamsu sebagai narasumber.
Kegiatan ini berlangsung di Barn Meeting and Convention milik salah satu anggota SUMU Tulungagung dan dihadiri oleh 73 peserta yang terdiri dari anggota SUMU serta masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara, dengan diskusi yang berlangsung hidup dan materi yang penuh manfaat.
Dalam pemaparan materinya, Agung Hartadi menekankan pentingnya strategi penyusunan proposal bisnis yang tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga mampu meyakinkan calon investor dengan data dan proyeksi yang solid.
“Proposal bisnis bukan sekadar dokumen formalitas. Di dalamnya ada cerminan keseriusan, visi, serta kesiapan seorang pengusaha dalam menjalankan ide bisnisnya. Investor akan tertarik jika melihat kesungguhan dan perencanaan yang matang,” ujarnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Nur Syamsu yang memberikan wawasan mendalam tentang literasi keuangan. Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah fondasi utama keberlangsungan usaha.
“Banyak bisnis gagal bukan karena kurang ide, tetapi karena tidak disiplin dalam mengatur arus kas. Literasi keuangan sangat penting agar para pengusaha mampu menjaga kesehatan usaha mereka,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Koordinator Daerah SUMU Tulungagung, Lutfy Azizah, memaparkan berbagai program yang akan dijalankan sebagai wujud komitmen berorganisasi serta dukungan nyata terhadap tumbuhnya ekosistem pengusaha yang berkemajuan di daerah.
“SUMU hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tapi juga sebagai ruang tumbuh bersama, tempat berbagi ilmu, pengalaman, dan peluang usaha bagi semua anggota,” tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi, SUMU memberikan souvenir simbolis berupa tanaman buah alpukat kepada para narasumber. Pemilihan simbol ini memiliki filosofi bahwa SUMU adalah tempat untuk “Tumbuh Bersama Pengusaha Berkemajuan”.
Acara ditutup dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Diskusi yang interaktif, materi yang aplikatif, dan suasana yang penuh kebersamaan menjadikan Kopdar #2 SUMU Tulungagung ini sebagai momentum penting untuk memperkuat jaringan pengusaha Muhammadiyah di daerah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments