Koordinator Bidang (Korbid) Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Siti Asmah, M.Pd., mengingatkan para guru Aisyiyah agar tidak hanya berbangga dengan sejarah masa lalu, tetapi juga terus meningkatkan kompetensi dan kematangan profesional.
Hal tersebut ia sampaikan saat sambutan sekaligus pembukaan acara Puncak Milad ke-28 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Timur yang digelar di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, pada Sabtu (8/11/2025).
“Kematangan guru Aisyiyah ditandai dengan kearifan, semangat, ketelatenan, kesabaran, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah terkejut,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Asmah juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya puncak milad yang dihadiri berbagai pihak. Ia menjelaskan, IGABA yang lahir pada 10 Oktober 1997 merupakan organisasi profesi yang telah matang dan menaungi amal usaha Aisyiyah.
“Saat negeri ini belum berdiri, para tokoh pendidikan Aisyiyah telah memikirkan pentingnya memajukan pendidikan sejak usia dini. Hal ini menunjukkan betapa jauhnya pandangan mereka terhadap pentingnya pengasuhan dan pendidikan anak,” ujar Asmah.
Asmah menegaskan bahwa di usia 28 tahun, IGABA Jawa Timur telah membina lebih dari 2.000 lembaga PAUD Aisyiyah, mulai dari Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), hingga Taman Kanak-kanak (TK). Kabupaten Lamongan tercatat memiliki jumlah lembaga terbanyak, yakni lebih dari 200, disusul Kabupaten Ponorogo di peringkat kedua.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa guru Aisyiyah yang berkemajuan harus mampu menjadikan sejarah sebagai pelajaran, bekerja dengan sungguh-sungguh, serta mengamalkan tujuh karakter dan sepuluh komitmen Aisyiyah dalam memajukan pendidikan anak usia dini sebagai generasi penerus bangsa.
“Untuk menjadikan guru Aisyiyah berkemajuan, perlu adanya kemitraan dengan berbagai pihak, berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabikhul khairat), serta berusaha sukses bersama agar cita-cita mencetak generasi emas 2045 dapat terwujud,” tutur Asmah.
Ia kemudian menutup sambutannya dengan ajakan agar momentum milad ini dapat dijadikan sarana memperkuat semangat dan kemandirian IGABA serta meneguhkan peran guru Aisyiyah sebagai pendidik yang bermanfaat bagi sesama.
“Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain. Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pungkas Asmah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments