Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) secara lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Hal ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo. Dalam sambutannya, Ibnu menyebut bahwa Muhammadiyah bersama KPK memiliki peran strategis dalam perannya untuk memberantas korupsi di Indonesia.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan, dakwah, dan penguatan nilai integritas,” jelas Ibnu dalam pertemuan yang digelar di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa (20/1/2026) .
Kemudian, pendekatan sistemik dan kolaborasi lintas jejaring sangatlah diperlukan agar Muhammadiyah bersama KPK dapat bersama-sama hidup di masyarakat dan mengupayakan secara masif terhadap peningkatan budaya antikorupsi.
“Pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum. Tapi juga perlu dibangun secara sistemik melalui pembentukan karakter, budaya, dan ekosistem nilai yang hidup di masyarakat,” ucap Ibnu.
“Kolaborasi lintas jejaring juga akan membawa perubahan sosial yang masif untuk menanamkan nilai antikorupsi hingga ke akar rumput,” tambahnya.
Perlu diketahui, Muhammadiyah dan KPK telah bersama-sama melakukan kerjasamanya sejak tahun 2019, dan terus melakukan pembaruan hingga saat ini.
Beberapa program yang telah terlaksana antara lain: edukasi melalui jaringan AUM, Sinergi pendidikan dan dakwah, Kajian tata kelola berintegritas dan Bimtek antikorupsi.
Maka, komitmen bersama ini, jelas Ibnu, bukanlah sekadar dokumen administratif belaka, melainkan sebuah aksi nyata untuk integritas bangsa.
“Untuk melakukan tindakan anti korupsi, kita tak perlu jadi KPK, Jaksa, ataupun Polisi. Seluruh elemen masyarakat bisa lakukan ini secara bersama,” ungkapnya.
Terakhir, Ibnu berharap melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, dapat memperkuat tonggak integritas yang berkelanjutan dan memiliki dampak nyata.
Sehingga, upaya bersama tersebut dapat menciptakan Indonesia bersih dari korupsi, adil, makmur, dan berkeadaban. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments