
PWMU.CO – Aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan tampak semarak pada Rabu (23/4/2025) pagi. Siswa-siswi kelas 6 menampilkan karya terbaik mereka dalam sebuah pameran bertema “Kreasi Menjadi Inspirasi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi penilaian Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) dalam bentuk proyek portofolio, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, Isrotul Sukma ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi sekolah dalam menentukan bentuk penilaian akhir siswa.
“Jika capaian pembelajaran dirasa telah tercapai, sekolah tidak wajib melaksanakan ujian tulis. Kami memilih bentuk yang lebih bermakna melalui pameran proyek. Ini bukan berarti kami tidak melaksanakan SAJ, melainkan kami menerapkannya dalam bentuk yang berbeda, namun tetap sesuai dengan arahan pemerintah,” ujarnya.
Pameran ini menjadi bukti bahwa SD Muhammadiyah 1 Bangkalan berani berinovasi sebagai pelopor pelaksanaan SAJ dalam bentuk portofolio proyek akhir. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB ini dihadiri oleh Wakil Ketua PGRI, Imam Syafi’i MPd, Sekretaris PGRI Bangkalan, Suraji MPd, serta Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bangkalan, Mulyono Aminullah. Tak hanya itu, para orang tua siswa dan adik-adik kelas dari kelas 1 hingga kelas 5 turut meramaikan suasana.
Pameran ini menampilkan beragam karya lintas mata pelajaran yang mengintegrasikan aspek keterampilan, pengetahuan, dan karakter siswa. Pada mata pelajaran IPAS, misalnya, siswa membuat diorama bertema luar angkasa berjudul “Galaksi Bimasakti”. Karya ini menampilkan susunan tata surya secara kreatif, lengkap dengan penjelasan ilmiah yang mendukung.
Untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila, siswa menyusun flipbook yang mengangkat tema keragaman budaya Indonesia. Beragam unsur budaya, mulai dari rumah adat, pakaian tradisional, makanan khas, hingga senjata tradisional dari berbagai daerah, dipaparkan secara visual dan informatif serta Karya dari mata pelajaran Matematika berupa rekonstruksi bangun ruang tiga dimensi yang dibuat menggunakan berbagai bahan sederhana, namun tetap menampilkan konsep geometri yang kuat.
Sementara itu, pada mata pelajaran Seni Budaya, siswa menghadirkan dua karya utama yaitu gambar Mandala dan string art yang disusun dari benang dan paku kecil dengan tingkat presisi yang tinggi.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa mengembangkan keterampilan menulis melalui pembuatan buku cerita berbahasa Madura yang ditulis sendiri. Buku-buku ini memuat kisah-kisah lokal yang kaya akan nilai-nilai kehidupan.
Pada mata pelajaran PJOK, siswa menampilkan senam “Anak Indonesia Hebat” yang mereka latih dengan penuh semangat dan koordinasi yang baik.
Pada mata pelajaran Al-Islam, siswa mempraktikkan tata cara perawatan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan. Praktik ini menjadi bagian dari pendidikan spiritual yang mendalam sekaligus aplikatif.
Pada mata pelajaran Kemuhammadiyahan, siswa menampilkan karya berupa lukisan logo Ortom Muhammadiyah sebagai bentuk ekspresi cinta mereka terhadap gerakan persyarikatan.
Kemampuan berbahasa juga mendapat porsi dalam pameran ini. Siswa tampil membawakan cerita dalam bahasa Madura, menyampaikan presentasi tentang cita-cita dalam bahasa Inggris, serta menampilkan percakapan dalam bahasa Arab.
Dalam acara ini, beberapa siswa ditunjuk untuk mempresentasikan karya mereka secara langsung. Salah satu siswa kelas 6A, Zahra bertugas sebagai pembawa acara dan memandu jalannya kegiatan dengan lancar. Presentasi dimulai dari mata pelajaran Bahasa Arab, dengan penampilan percakapan oleh Isam dan Kaka dari kelas 6B.
Selanjutnya, giliran Shafara dan Tata dari kelas 6C yang tampil percaya diri membawakan presentasi berbahasa Inggris bertema “My Dream Job”. Acara ditutup dengan penampilan cerita berbahasa Madura oleh Bumi dari kelas 6A.
Dari mata pelajaran IPAS, Olive dari kelas 6A menjelaskan secara detail pembuatan diorama luar angkasa. Zahra dari 6B mempresentasikan flipbook tentang keragaman budaya Indonesia dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Fathir dari 6B menampilkan karya dari mata pelajaran Matematika, sedangkan Khayla dari 6C mempresentasikan materi Kemuhammadiyahan. Sementara itu, Nindy dari 6C menjelaskan tentang seni Mandala dan string art.
Kehadiran para siswa sebagai pembicara utama menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan tanggung jawab. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar yang menyenangkan dan bermakna dapat membentuk generasi pembelajar yang aktif dan inspiratif. (*)
Penulis Sofi Koesminarsih Editor Ni’matul Faizah


0 Tanggapan
Empty Comments