Di tengah derasnya arus informasi digital, kebutuhan akan konten Islami yang menyejukkan dan relevan kian terasa, terutama bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menghadirkan sesi inspiratif dalam rangkaian kegiatan Darul Arqam bagi siswa kelas X, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Fahmi Adimara, seorang digital creator yang juga Co-Founder & CMO Sekawan Bumi Foundation serta CEO Bumi Saga Studio. Kehadirannya menjadikan suasana belajar berlangsung hidup dan penuh antusiasme.
Dalam sesi tersebut, Fahmi membagikan pengalaman sekaligus tips praktis dalam menciptakan konten Islami yang kreatif, relevan, dan berdampak positif. Ia menekankan bahwa konten Islami tidak harus selalu dikemas secara kaku dan formal.
“Konten Islami bukan hanya soal ceramah. Pesan dakwah bisa disampaikan melalui cerita, visual yang menarik, bahkan mengikuti tren yang sedang viral, selama nilai-nilainya tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan yang dekat dengan keseharian audiens—terutama generasi digital yang akrab dengan media sosial—akan membuat pesan lebih mudah diterima.
Fahmi juga membagikan sejumlah kunci penting dalam berkarya, mulai dari memahami target audiens, menjaga konsistensi nilai keislaman, hingga memanfaatkan platform digital secara bijak. Ia menegaskan bahwa kejujuran dan niat yang lurus menjadi fondasi utama agar konten tidak sekadar mengejar popularitas, melainkan benar-benar membawa manfaat.
Tak kalah penting, ia mengajak para siswa untuk berani memulai dan menjadikan media sosial sebagai ladang amal. “Satu konten positif bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jangan ragu untuk mulai, meski dari hal sederhana,” pesannya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku termotivasi untuk lebih selektif dalam mengonsumsi maupun memproduksi konten digital, serta terdorong menjadikan kreativitas sebagai sarana dakwah yang menyenangkan dan membangun.
Melalui sesi inspiratif ini, Smamita berharap dapat melahirkan generasi content creator Muslim yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga mampu menghadirkan pesan-pesan Islami yang menyejukkan, relevan, dan bermakna di tengah dunia maya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments