Kegiatan perlombaan memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia yang dilaksanakan selama sepekan di SMK Matig (Muhammadiyah Tiga Gresik) ditutup dengan kegiatan puncak pada Jumat (15/8/25), yakni jalan sehat, pentas seni, dan bazar berkonsep tradisional.
Rangkaian kegiatan dimulai Senin (11/8/25) dengan apel sebagai pembukaan. Perlombaan futsal antara dewan guru menjadi pemantik semangat siswa agar lebih bersemangat mengikuti lomba.
Selain itu, lomba yang dilaksanakan antara lain futsal sarung, estafet tepung, estafet kardus, bola kertas, fashion show, paku berjoget, ceker air, dan e-sport Mobile Legends.
Dalam kegiatan puncak, acara diawali dengan jalan sehat mengelilingi lingkungan sekolah dengan rute sejauh 1,3 kilometer.
Kegiatan berlanjut dengan pembagian hadiah undian, kemudian lomba terakhir berupa pentas seni sehingga para siswa dapat menikmati pertunjukan sambil menyantap jajanan bazar.
Ada hal baru dalam kegiatan tahun ini, yaitu bazar dengan konsep tradisional. Para siswa tiap kelas wajib mendekorasi meja stand sesuai konsep, sedangkan penjual mengenakan pakaian tradisional untuk melayani pembeli.
Jajanan yang dijual pun berupa makanan tradisional, di antaranya klepon, es dawet, dan pukis. Sistem pembayaran dikonsep panitia dari IPM Ranting SMK Matig menggunakan uang zaman dulu dengan nominal 2 rupiah. Harga jajanan yang dijual pun harus kelipatan 2 rupiah.
Untuk mendapatkan uang tradisional, para siswa menukarkan uang kepada guru. Bila menukar Rp10.000, maka akan mendapat Rp10.000 dalam bentuk uang tradisional. Modal awal bazar diperoleh dari uang kas kelas atau iuran siswa, sedangkan keuntungan penjualan kembali ke kas masing-masing kelas.
Menurut Kepala SMK Matig, Hasan Abidin MPdI kegiatan bazar kali ini sangat menarik karena siswa mempersiapkan dengan maksimal.
“Tapi akan lebih menarik lagi bila menu-menu yang dijual ada yang baru. Kreativitas anak yang sudah muncul dalam persiapan bisa dikembangkan lagi menjadi kreativitas produk yang lebih sempurna,” ujarnya.
Di SMK Matig, siswa selain dipersiapkan untuk siap bekerja juga diajarkan berwirausaha. Siswa sudah terbiasa melaksanakan kegiatan jual beli karena adanya pelajaran wirausaha.
“Anak-anak sangat antusias berjualan sesuai tema. Produk yang baik, cara pemasaran juga luar biasa. Mereka berlatih untuk mandiri. Kegiatan berjalan sangat meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Fakhrudin Muammar MPd.






0 Tanggapan
Empty Comments