SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang berinovasi dengan teknologi. Melalui Program Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PRODISTIK) yang bekerjasama dengan ITS Surabaya, sekolah berjuluk Innovative School ini menggelar Pameran Produk Tugas Akhir (TA) bagi seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 203 karya pada hari, Kamis (29/1/2026).
Bertempat di Ruang Teater dan Aula Matahari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, pameran ini menjadi ajang “uji publik” karena dilihat oleh bapak dan ibu guru karyawan SMA Muhammadiyah 1 Gresik, wali siswa serta siswa kelas X dan XI bagi karya-karya yang telah disusun siswa selama setahun terakhir. Produk yang dipamerkan tidak hanya terbatas pada perangkat lunak, tetapi juga merambah pada produk kreatif fisik berbasis desain digital dan video inovatif.
Bagi Koordinator Prodistik Smamsatu, Amelia Nuril Fajriyani SMat MPd, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan hasil tugas akhir dari proses bimbingan yang panjang dan bentuk apresiasi bagi siswa kelas XII.
“Pameran Produk Tugas Akhir (TA) PRODISTIK diadakan sebagai sarana penilaian autentik terhadap capaian akhir pembelajaran peserta didik kelas XII, sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan proses berpikir yang telah mereka kembangkan selama melakukan bimbingan,” ucapnya.

Ia menambahkan, melalui pameran pertama prodistik ini, karya akhir tidak hanya dinilai dari aspek hasil untuk mendapatkan karya terfavorit Prodistik Smamsatu 2026 melalui vote saat pameran.
“Tetapi juga diapresiasi sebagai wujud critical thinking, kemandirian, dan tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas akhirnya,” ungkap Amelia.
Berbagai produk menarik dipamerkan, salah satunya milik Anggita Rania Hasna, siswi kelas XII Saintek 5. Ia berhasil mengaplikasikan kemampuan desainnya ke dalam berbagai produk fisik yang estetik.
“Saya membuat produk mulai dari keychain lucu, tas mini, kaos, hingga stiker yang menarik,” ujar Anggita.
Tak kalah unik, Jihan Mutiara Tsani (Kelas XII Saintek 4) mengangkat tema budaya. Ia mengemas legenda “Loro Jonggrang” secara modern dalam bentuk desain kaos, stiker, dan gantungan kunci yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Selain dalam bentuk barang, siswa smamsatu lain juga menampilkan program aplikasi fungsional dan video kreatif. Keberagaman ini membuktikan bahwa program Prodistik mampu mewadahi bakat siswa sekaligus menunjukkan kesiapan mereka bersaing di era digital.
Kehadiran wali murid pada kegiatan ini juga memberikan dukungan semangat yang membawa suasana emosional tersendiri. Bapak Humardhani Wiryawan, orang tua dari Jihan Mutiara Tsani, mengaku bangga bisa melihat langsung sisi lain anaknya di sekolah.
“Saya sangat mendukung pameran ini. Selain melihat hasil karya, saya bisa melihat bagaimana Jihan berinteraksi dan percaya diri menjelaskan produk Loro Jonggrang miliknya kepada teman-teman dan adik kelasnya,” katanya.
Antusiasme juga datang dari siswa kelas X dan XI. Mereka tampak aktif bertanya mengenai metode, aplikasi desain yang digunakan, hingga teknik produksi karya. Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang dinamis di lingkungan sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments