Membekali diri dengan kompetensi bahasa dan pengalaman organisasi menjadi kunci utama bagi para lulusan perguruan tinggi dalam menembus pasar kerja global.
Hal inilah yang dibuktikan oleh Umar Faruq, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini sukses meniti karier sebagai tour leader profesional untuk perjalanan haji, umrah dan halal tour ke berbagai negara.
Bahkan hampir tiap minggu ia ke luar negeri, mulai dari Arab Saudi, Tiongkok, Thailand, Turki, dan sederet negara lainnya.
Umar, sapaannya, Umar merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam (FAI) UMM angkatan 2016.
Saat ini, ia memegang tanggung jawab besar dalam menemani serta melayani para tamu Allah untuk beribadah di Tanah Suci sekaligus memandu wisatawan yang ingin berlibur ke luar negeri.
Kesuksesannya saat ini tidak datang begitu saja, melainkan berakar dari pilihannya memperdalam ilmu agama dan bahasa di UMM.
Ia mengungkapkan, alasannya memilih Pendidikan Bahasa Arab di UMM adalah untuk menambah wawasan terkait kependidikan dan memperdalam bahasa Arab agar lebih memahami agama Islam.
“Alasan saya dulu memilih Fakultas Agama Islam karena saya ingin menambah wawasan terkait dengan pendidikan, khususnya di pendidikan bahasa Arab, sehingga saya tertarik dengan agama Islam,” ujar Umar.
Selama masa studinya, alumnus UMM yang berasal dari Bekasi ini, dikenal sebagai mahasiswa yang aktif menyeimbangkan antara akademik dan organisasi.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Eksternal Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab.
Tak hanya aktif di organisasi mahasiswa, Umar Faruq juga sempat mengasah keterampilan profesionalnya sebelum lulus dengan bergabung di biro administrasi kampus.
Ia pernah bekerja di Humas UMM sebagai penerjemah berita dan translator untuk konten-konten yang dimuat di situs resmi universitas.
Pengalaman di Humas UMM dan keterlibatannya di HMPS diakuinya sangat membentuk karakter serta kesiapannya dalam menghadapi dunia kerja.
Umar menilai lingkungan kampus UMM, baik dari segi fasilitas maupun dosen, sangat mendukung perkembangan mahasiswanya.
Menariknya, transisi karier Umar yang saat ini menjadi seorang pemandu wisata internasional punya cerita tersendiri. Apalagi saat pertama kali terjun dan menjalankan amanah.
Meskipun baru pertama kali, Umar Faruq mengaku tidak mengalami kendala berarti karena latar belakang pendidikan yang ia tempuh sangat relevan dengan pekerjaannya.
Kemampuan bahasa yang ia pelajari di bangku kuliah menjadi modal utama dalam berkomunikasi di luar negeri.
“Alhamdulillah, karena ada basic bahasa Arab, jadi semua bisa terkendali dan dijalankan dengan lancar saat pertama kali saya membawa tamu-tamu Allah untuk umrah,” katanya.
Ia menyoroti secara khusus salah satu mata kuliah yang paling berkesan baginya selama di UMM, yakni Bahasa Arab Amiyah atau bahasa sehari-hari.
Ilmu ini menjadi senjata utamanya saat berinteraksi langsung dengan warga lokal terutama di Arab Saudi.
“Mata kuliah yang mempelajari bahasa hari-hari atau bahasa Arab Amiyah itu sangat berkesan dan sangat bermanfaat sampai saat ini untuk diri saya pribadi sebagai tour leader,” ujarnya.
Saat ini, ia juga tengah merintis bisnis biro perjalanan haji dna umrah miliknya sendiri. Menjalani pekerjaan dan menata impian yang bermamfaat untuk masyarakat, baik bagi mereka yang ingin beribadah dan berwisata dengan aman.
Sebagai penutup, ia memberikan pesan motivasi untuk para mahasiswa UMM yang masih berjuang di bangku kuliah untuk terus mengejar impian tanpa menyerah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha keras dan ketawakalan kepada Tuhan.
“Prinsip hidup saya adalah selalu libatkan Allah di setiap ikhtiar kita. Karena setiap usaha tanpa doa itu adalah sombong dan setiap doa tanpa usaha itu adalah bohong,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments