Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melaksanakan kuliah lapangan (field trip study) Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Logistik Farmasi Rumah Sakit di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML).
Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur Administrasi, SDI, dan AIK RSML, Rachmad Ardiyanzah Pua Geno, S.KM., M.Kes., membuka kegiatan dengan pemaparan profil rumah sakit. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah memiliki karakteristik yang berakar pada tiga aspek utama, yaitu berdakwah, menjalankan misi penolongan, serta semangat berkemajuan yang teraplikasi pada pelayananannya yang modern. Ketiga nilai tersebut turut mewarnai visi pelayanan RSML.
Rachmad juga memperkenalkan slogan RSML, yakni “cepat, bermutu, terjangkau, dan islami”, serta budaya organisasi ISTAWA yang merupakan akronim dari Itqon, Shobru, Tartibu, Waqtihi. Ia menegaskan bahwa RSML terus memperkuat penerapan aspek-aspek syariah, seperti sertifikasi halal gizi dan halal laundry.
Selain itu, pemaparan juga mencakup tenaga medis, jenis layanan, serta berbagai layanan unggulan RSML, seperti persalinan SC putri, persalinan ERACS, laser thulium, klinik nyeri, diagnostik dan intervensi kardiologi, hingga tindakan bedah saraf mikroskopik.
Rachmad menyebutkan bahwa 85% pasien rawat inap RSML berasal dari IGD, yang juga dilengkapi layanan panic button sebagai bagian dari sistem rujuk-jemput.
RSML juga memperkenalkan layanan baru berupa mamografi.
Transformasi digital turut diterapkan melalui dashboard manajemen, yang dapat diakses oleh seluruh jajaran struktural sesuai tingkatan masing-masing.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Kepala Bagian SDI RSML, Ari Kusdiyana, S.KM., M.Kes., yang menjelaskan proses seleksi dan pelatihan karyawan.
Ia menyampaikan bahwa RSML memiliki program pendidikan berkelanjutan, termasuk bagi dokter spesialis organik.
Ari juga memaparkan sistem penilaian performance management yang dilakukan setiap setahun sekali.
Penilaian kinerja melibatkan atasan dan rekan kerja untuk meminimalkan subjektivitas. Selain itu juga dilakukan penilaian Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang mencakup keaktifan dalam kegiatan tahsin dan partisipasi dalam kegiatan organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan tempat tinggal.
Seluruh penilaian tersebut terintegrasi dalam satu platform aplikasi yang dimiliki RSML.
Ari turut menjelaskan sistem kompensasi dan benefit yang diterima karyawan, serta berbagai indikator evaluasi kinerja, baik untuk unit maupun individu.
Materi penutup disampaikan oleh Apt. Rully Yuliandhari, S.Farm., M.Farm.Klin., yang memaparkan secara komprehensif mengenai manajemen logistik farmasi. Ia menjelaskan siklus logistik farmasi, mulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian obat, hingga tahap penghapusan melalui mutasi atau pemusnahan, yang seluruhnya didukung dengan pencatatan dan pelaporan yang sistematis.
Rully juga menyoroti indikator mutu unit logistik, implementasi serta tantangan yang dihadapi dalam manajemen farmasi, serta berbagai strategi yang dijalankan guna memastikan ketersediaan obat yang efektif, aman, dan efisien. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments