
PWMU.CO – Kultum Ramadan Masjid Al-Ikhlas Genteng kali ini membahas Syariat Puasa Umat Nabi Muhammad SAW, Ahad (09/03/2025).
Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, Taufiqur Rohman MPdI saat mengisi kultum yang bertempat di Masjid Al-Ikhlas, Genteng, Banyuwangi Jawa Timur.
Kultum yang dilaksanakan setelah shalat Tarawih berjamaah ini diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon.
Di awal kultumnya, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan. “Semoga hadir kita ini dicatat sebagai amal saleh oleh Allah,” ujarnya.
Ia pun meminta jamaah untuk menjaga kualitas ibadah puasa Ramadan yang masih ada 20 hari lagi ke depan.
Selanjutnya ustadz yang berdomisili di Pandan itu menjelaskan tentang syariat puasa umat Nabi Muhammad SAW yang menjadi pembeda dengan puasanya umat yang lain. Di antaranya, tata cara, kapan waktu berbuka puasa dan sahur yang benar.
Lebih lanjut, ia membacakan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Abu Dzar Ra. Di hadits tersebut dijelaskan tata cara berbuka puasa dan sahur yang sesuai anjuran nabi.
Untuk berbuka puasa dianjurkan menyegerakan, yaitu ketika adzan Maghrib dikumandangkan atau saat masuknya waktu shalat Maghrib.
Nabi memberikan contoh dengan langsung minuman segelas air. Lalu dia berdoa “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah“. Lalu ia makan makanan kecil, seperti beberapa butir kurma.
Setelah itu, menunaikan shalat Maghrib dan barulah menyantap makanan berat. “Contohnya, makan nasi kalau untuk daerah kita,” ulasnya.
Setelah itu Taufiqur Rohman menjelaskan tata cara sahur. Berbeda dengan waktu berbuka puasa yang harus disegerakan. Untuk waktu sahur hendaknya diakhirkan. Yaitu, waktu bangun malam sebelum waktu subuh.
Menurutnya, kalau di Banyuwangi waktu Subuh pukul 4.19 WIB, maka sahur sebaiknya dilakukan kira-kira pukul 3.30 hingga mendekati waktu Subuh. Karena batasannya adalah Subuh.
Sedangkan untuk imsak bukanlah batas akhir waktu sahur, tapi sebagai bentuk pengingat karena waktu sudah mendekati Subuh. Biasanya 10 menit menjelang waktu Subuh.
“Jika kedua hal tersebut dilakukan, baik menyegerakan berbuka puasa maupun mengakhirkan waktu sahur, maka kata nabi, kita umat ini akan berada dalam kebaikan,” jelasnya.
Kultum yang berlangsung selama 7 menit itu berlangsung dengan lancar.(*)
Penulis Ghulam Bana Islama Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments