Sesi kultum malam menjadi momen paling mengena dalam Training of Trainers (ToT) Majelis Pendidikan Kader dan Dakwah Islam (MPKSDI) PDM Lamongan, Sabtu (8/11/2025), setelah para peserta menunaikan sholat Maghrib dan Isya berjamaah.
Kultum ini langsung dimulai ketika Imam Ghozali, Ketua MPKSDI PDM Lamongan, menunjuk Naufaldo untuk menyampaikan materi. “Biasanya kalau kegiatan perkaderan setelah sholat itu ada kultum. Ayo Mas Naufaldo bisa memberikan kultum,” ujar Imam Ghozali.
Dalam kultumnya, Naufaldo menuturkan rasa terharunya saat mendengar pesan ayahandanya, bahwa dalam perkaderan tidak perlu validasi berlebihan. “Yang dilakukan oleh persyarikatan kita adalah soovos. Kalau saya lihat, majelis itu ada dua: majelis mata air dan majelis air mata. Kita masih banyak PR yang harus dikerjakan sebagai amanah anggota majelis MPKSDI PDM Lamongan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kerja sama di antara anggota majelis. “Kita semua sudah bekerja, namun belum bekerja bersama. Dalam pekerjaan saya, kita punya AUMKES, sekitar 14 klinik. Namun seolah bekerja sendiri-sendiri,” ujarnya.
Kultum semakin hidup ketika Naufaldo mengutip filosofi sederhana namun penuh makna dari Bambang Pamungkas: “Nama di punggung jangan lebih besar dari nama di dada. Jangan dibesar-besarkan nama pribadi, tapi bangunlah nama persyarikatan.”
Ia juga menyinggung pengalaman kader senior, Mbah Muslimin, yang membimbingnya saat aktif di kegiatan HW.
“Pesan beliau jelas: bukan saatnya kita menjadi raja, tapi bagaimana menciptakan kader baru yang lebih baik dari kita. Kita di sini, sebagai pengurus MPKSDI, memiliki tanggung jawab mendidik kader penerus,” ujarnya.
Dalam sesi ini, Naufaldo mendorong para peserta melakukan pendataan alumni di tempat kerja masing-masing, termasuk berapa persen yang melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah. Sinergi dengan AUM pun menjadi kunci untuk mengembangkan dan memajukan persyarikatan.
Ia menutup kultum dengan pesan penuh motivasi: “Mari kita bersinergi, merangkul, sedikit bicara dan banyak bekerja. Kalau kita punya niat baik, Allah pasti memberikan yang terbaik. Mari kita berkontribusi untuk memajukan Muhammadiyah di Lamongan, dan memberi contoh bahwa MPKSDI bukan hanya Baitul Arqom, tapi banyak hal lain yang bisa kita wujudkan.”
Sesi kultum malam itu tidak hanya menambah energi spiritual para peserta, tapi juga memberi inspirasi praktis bagi kader untuk bekerja lebih ikhlas dan berkolaborasi demi kemajuan persyarikatan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments