Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Masjid Al-Huda Bahas Hukum Orang yang Makan Saat Puasa

Iklan Landscape Smamda
Kultum Masjid Al-Huda Bahas Hukum Orang yang Makan Saat Puasa
pwmu.co -
Taufiqur Rohman saat kultum di Masjid Al-Huda Sumberjo Srono Banyuwangi. (Ghulam Bana Islama/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kultum Masjid Al-Huda Sumberjo membahas hukum orang yang makan saat puasa karena lupa, Senin (10/03/2025).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng,Taufiqur Rohman saat mengisi kultum di Masjid Al-Huda yang beralamat di Sumberjo Srono Banyuwangi.

Pelaksanaan kultum dimulai setelah shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan shalat Tarawih. Diikuti oleh jamaah laki-laki dan perempuan yang merupakan jamaah masjid sekitar dan warga Muhammadiyah Ranting Kepundungan.

Di awal kultumnya, Ketua Majelis Tabligh itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena atas limpahan nikmat-Nya, salah satunya berupa kesehatan sehingga masih dapat mengikuti shalat Tarawih ini.

“Semoga shalat kita, hingga masuk di hari kesebelas bulan Ramadan ini diterima Allah, dan dicatat sebagai amal saleh kita,” ujarnya.

Selanjutnya ia membacakan satu ungkapan bahwa pada diri manusia terdapat salah dan lupa. Kelupaan ini dapat menjangkiti pada diri setiap manusia.

Begitu pula terhadap seorang mukmin yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ada kemungkinan dia terlupa bahwa dirinya sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum.

Jika hal itu sampai terjadi, mungkin karena kecapekan setelah ia bekerja keras. “Lalu, bagaimana hukumnya dalam ajaran Islam,” tanya dia retoris.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya hal itu tidak masalah dan tidak menggugurkan puasanya. Kemudian ustadz yang bertinggal di Pandan Kembiritan itu membacakan satu hadits Nabi Muhammad SAW riwayat al-Jamaah dari sahabat Abu Hurairah Ra.

Di hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang makan dan minum saat puasa karena lupa, maka tidak membatalkan puasa. Bahkan Nabi menyuruh untuk terus menyempurnakan puasanya. Makan dan minumannya yang telah ia makan itu merupakan rezeki pemberian dari Allah.

“Namun hal ini tidak boleh dilakukan dengan berpura-pura lupa,” candanya.

Mengakhiri kultumnya Taufiqur Rohman mendoakan jamaah agar tetap diberi kekuatan dan kesehatan, sehingga tetap mampu menjalankan ibadah di bulan Ramadan yang masih 20 hari lagi dengan baik dan mengharapkan keridhaan Allah.

Dari awal sampai akhir, kultum ini berlangsung dengan khidmat. Setelah itu jamaah dengan tertib pulang ke rumahnya masing-masing.(*)

Penulis Ghulam Bana Islama Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu