Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Masjid Al-Huda Genteng Bahas Lima Hal yang Merusak Puasa Ramadhan

Iklan Landscape Smamda
Kultum Masjid Al-Huda Genteng Bahas Lima Hal yang Merusak Puasa Ramadhan
pwmu.co -
Taufiqur Rohman saat kultum di masjid Al-Huda Genteng Banyuwangi (Ghulam Bana Islama/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kultum Ramadhan di masjid Al-Huda Genteng Banyuwangi membahas 5 hal yang dapat merusak pahala puasa Ramadhan, Selasa (11/3/2025).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman.

Sebelumnya ia menjadi imam shalat Isya berjamaah yang diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon. Dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Tarawih yang berlangsung dengan khusyuk.

Di awal kultumnya Ketua Majelis Tabligh itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah karena masih dapat melaksanakan shalat Tarawih hingga memasuki malam yang kedua belas ini.

“Mudah-mudahan shalat kita dicatat sebagai amal shalih dan dapat menjadi bekal kita di akhirat kelak,” ujarnya.

Selanjutnya ia berpesan kepada jamaah untuk berhati-hati menjaga puasanya yang masih 18 hari lagi ke depan. Sambil ia membacakan hadits nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah Ra.

Di hadits tersebut dijelaskan bahwa pahala puasa seseorang bisa rusak karena beberapa hal. Antara lain, pertama karena orang yang berpuasa berbicara rafast. Pembicaraan yang mengandung unsur jorok.

“Kalau orang Jawa bilangnya, omongan yang saru. Itu dapat merusak puasa,” tandasnya.

Kedua, jangan membuat gaduh. Hendaknya tidak merusak nuansa bulan yang mubarak ini. Apalagi pada bulan Ramadhan ini banyak orang lain yang beribadah agar dirinya menjadi pribadi yang bertakwa.

Ketiga, Jika ada yang berbuat tercela, seperti mengarah pada pertengkaran, maka katakanlah kepadanya bahwa saya sedang berpuasa puasa.

Di hadapan para jamaah itu Taufiqur Rohman mengutip hadits dalam riwayat yang lain.

“Janganlah berkata yang mengandung unsur az-Zur penuh kedustaan. Inilah hal keempat yang harus dihindari oleh seorang mukmin yang sedang berpuasa,” ujarnya.

Mengakhiri kultumnya ia menjelaskan hal yang kelima yang dapat merusak puasa, yakni tidak berkata yang mengandung laghwu. Ucapan yang mengandung unsur kesia-siaan yang tiada manfaatnya.

Ia pun menutup kultumnya dengan doa agar jamaah tetap diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Penulis Ghulam Bana Islama Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu